
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto. (Foto: Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta para produsen otomotif yang telah menikmati insentif impor berbasis baterai atau BEV completely built up (CBU) untuk memenuhi kewajiban produksi dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai aturan setelah masa impor berakhir.
Aturan TKDN mobil listrik telah ditetapkan di Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 55 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.
Pada Perpres tersebut, TKDN mobil listrik produksi lokal wajib mencapai 40 persen pada 2022-2026. Kemudian naik menjadi 60 persen pada 2027-2029 dan 80 persen mulai 2030.
Menanggapi hal ini, sebagai salah satu pemain mobil listrik, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menegaskan bahwa pihaknya akan memenuhi permintaan TKDN tersebut.
“TKDN kan dimulai begitu pabrik kita buka di awal 2026 itu kan TKDN minimal harus 40 persen. Tentu kita penuhi itu. 2027 kan harus naik ke 60 persen,” kata Kariyanto di sela-sela HSBC Business Dialogue 2025 kepada JawaPos.com, Jakarta, Rabu (29/10).
Demi mencapai hal ini, VinFast akan mengoptimalkan sumber daya lokal berdasarkan potensi-potensi yang ada di Indonesia.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto dalam acara HSBC Business Dialogue 2025 kepada JawaPos.com, Jakarta, Rabu (29/10). (Istimewa).
“Banyak supplier yang bagus, sehingga kami harus mengikuti aturan pemerintah, supaya kami tetap qualify untuk mendapatkan insentifnya. Jadi itu yang menjadi prioritas kami juga,” jelas dia.
“Aturan termasuk TKDN 60 persen tidak menjadi masalah. Kita masih ada waktu 2 tahun ya tinggal kita cari source sebagus mungkin seefisien mungkin,” tukas pria yang akrab disapa Kerry ini.
Sementara itu, VinFast sendiri memiliki pabrik sendiri di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini memiliki luas kurang lebih 170 hektar dengan kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun.
Dia menjelaskan, pabrik tersebut secara technical production telah dimulai akhir tahun ini. Hanya saja, teruntuk mass production baru akan dimulai pada 2026.
Selama proses pembangunan dan izin pabrik, semua berjalan dengan lancar dan produksi lokal akan diawali oleh model VF 3.
“(Akan) ada (model lainnya). Karena kalau hanya 1 model kan tentu secara efisiensi kapasitas yang terpasang tidak terpakai. Sehingga memang dimulai dengan model VF 3 diikuti dengan berbagai model berikutnya. Karena ideal situasinya kalau semua model itu diproduksi di sini. Tetapi kan tentu secara timing tidak mungkin serta-merta bersamaan. Jadi kita nanti akan gradual,” tukas dia.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
