Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 22.16 WIB

Jangan Abaikan, 4 Tanda Ini Menunjukkan Gir dan Rantai Motormu Minta Jajan di Bengkel

Ilustrasi komponen rantai motor - Image

Ilustrasi komponen rantai motor

JawaPos.com - ​Motor adalah salah satu moda transportasi yang paling umum di Indonesia. Agar performanya tetap optimal, penting untuk selalu memperhatikan kondisi setiap komponennya.

Salah satu bagian yang paling krusial dan sering luput dari perhatian adalah gir dan rantai motor. 

Kedua komponen ini memiliki peran vital dalam menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Jika kondisinya tidak prima, kenyamanan dan keselamatan berkendara bisa terganggu.

​Mengetahui tanda-tanda kapan gir dan rantai harus diganti sangat penting untuk menghindari kerusakan yang lebih parah atau bahkan kecelakaan.

Mengabaikan gejala-gejala kecil dapat menyebabkan masalah besar, seperti rantai putus di tengah jalan. 

Oleh karena itu, mari kita kenali lebih dalam empat tanda utama yang menunjukkan bahwa gir dan rantai motormu sudah saatnya diganti seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

​1. Suara Berisik dan Kasar

​Ciri paling mudah dikenali dari rantai yang bermasalah adalah suara kasar atau berisik saat motor berjalan.

Rantai yang sehat seharusnya menghasilkan suara yang halus. Jika kamu mendengar suara berisik, cobalah berikan pelumas khusus rantai. 

Apabila suara menjadi halus kembali, mungkin rantai hanya kering dan tidak perlu diganti. Namun, jika suara kasar tetap muncul setelah dilumasi, ini bisa jadi pertanda rantai sudah aus dan perlu diganti.

​2. Rantai Terasa Kendur atau Renggang

​Rantai yang sudah aus akan menjadi kendur atau renggang. Tanda ini seringkali diikuti oleh gejala lain, seperti perpindahan gigi yang terasa kasar, laju motor yang tidak stabil, dan suara berisik. 

Dalam kondisi parah, rantai bahkan bisa terlepas dari gir. Kamu bisa mengecek kondisi ini dengan menggerakkan rantai ke samping (kanan dan kiri) saat motor dalam posisi standar.

Jika gerakannya terlalu longgar dan tidak mencengkeram gir dengan baik, ini adalah tanda bahwa rantai sudah aus.

​3. Usia Pemakaian Sudah Mencapai Batas

​Gir dan rantai motor memiliki usia pakai ideal, yaitu sekitar 15.000 hingga 25.000 km. Meskipun usia pakai bisa berbeda tergantung gaya berkendara dan perawatan, kamu tetap perlu waspada jika jarak tempuh motormu sudah mendekati angka ini. 

Selain melihat jarak tempuh, perhatikan juga kondisi fisik gir. Gir yang sudah bermasalah biasanya memiliki bentuk yang sudah runcing dan tidak rata, yang menyebabkan cengkeraman rantai menjadi lemah.

​4. Tarikan Motor Terasa Berat dan Tersendat

​Tarikan motor yang terasa berat atau tidak responsif bisa menjadi indikasi gir dan rantai bermasalah. Ketika gir dan rantai tidak sinkron, tenaga dari mesin tidak bisa disalurkan secara efisien ke roda, membuat laju motor terasa tersendat atau tidak lancar. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore