
Sejumlah kendaraan mengantri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Rest Area KM 14B, Tol Jakarta-Tangerang, Kota Tangerang, Banten. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Di balik aktivitas sederhana seperti mengisi bensin, terdapat keputusan penting yang bisa memengaruhi performa, efisiensi, bahkan umur kendaraan. Di Indonesia, tersedia beragam jenis bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan (RON) yang berbeda, mulai dari RON 88 hingga RON 100. Pemahaman mengenai jenis dan karakteristik masing-masing BBM menjadi kunci agar kendaraan tetap prima dan dompet pun lebih hemat.
Perbedaan jenis BBM ini bukan tanpa alasan. Setiap kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung pada teknologi mesin dan rasio kompresi. Kendaraan berteknologi lawas mungkin hanya memerlukan BBM dengan oktan rendah, namun mesin modern yang lebih presisi dan sensitif memerlukan bahan bakar dengan pembakaran yang lebih sempurna.
Salah memilih bisa berdampak pada terjadinya knocking, pembakaran tidak sempurna, konsumsi bahan bakar yang boros, hingga kerusakan mesin jangka panjang. Berikut jenis-jenisnya:
BBM dengan angka oktan paling rendah, dahulu dikenal sebagai Premium dan kini digantikan oleh Pertalite (RON 90). BBM ini umum digunakan pada kendaraan bermesin sederhana.
Penggunaan BBM beroktan rendah pada mesin berkompresi tinggi dapat menyebabkan detonasi (knocking), mengurangi efisiensi dan memperpendek umur mesin.
Sebagai pengganti RON 88, bensin oktan 90 memberikan pembakaran lebih stabil. Cocok untuk kendaraan harian dengan mesin kompresi rendah hingga sedang.
Pengguna mendapatkan performa apik tanpa risiko berlebih, cocok untuk mobil keluarga atau sedan biasa.
BBM ini memiliki angka oktan menengah, ideal untuk mesin modern dengan sistem injeksi. Umumnya direkomendasikan bagi kendaraan kompresi 10:1 hingga 11:1.
Pembakaran lebih bersih membuat konsumsi lebih efisien dan emisi lebih rendah, sekaligus menjaga kebersihan ruang bakar.
Oktan tinggi cocok untuk mobil berperforma, kompresi tinggi, atau mobil sport. Diformulasi khusus dengan teknologi Ignition Boost Formula (IBF).
Memberi akselerasi lebih responsif dan performa maksimal, ideal untuk berkendara sporty atau saat membawa beban berat.
Varian RON 92 atau 95 yang dicampur etanol (sekitar 5 %) untuk mengurangi emisi. Cocok untuk pengguna yang peduli lingkungan.
Campuran ini membantu menekan gas buang dan mendukung energi terbarukan tanpa menurunkan performa secara signifikan.
BBM dengan performa sangat tinggi, dirancang untuk kendaraan balap atau mesin dengan rasio kompresi di atas 13:1.
Memberikan tenaga maksimal dan akselerasi ekstrem, namun tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari karena harga dan spesifikasinya yang tinggi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
