
Bisnis petrokimia milik Barito Pacific (BRPT) lewat Candra Asri Grup. (Barito Pacific)
JawaPos.com - PT Barito Pacific Tbk mencatat lonjakan kinerja pada kuartal pertama 2026 di tengah kondisi global yang bergejolak. Pendapatan konsolidasi mencapai USD 2,57 miliar atau sekitar Rp 44,8 triliun (kurs Rp17.432/USD), naik 232 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan tercatat USD 774 juta atau sekitar Rp 13,5 triliun. Kenaikan ini mencerminkan ekspansi signifikan di sejumlah lini bisnis perusahaan.
Laba bersih setelah pajak tercatat USD 271 juta atau sekitar Rp 4,72 triliun. Angka tersebut meningkat tajam dibanding USD 30 juta atau sekitar Rp 523 miliar pada kuartal pertama 2025.
Dari sisi operasional, EBITDA mencapai USD 567 juta atau sekitar Rp 9,88 triliun, naik 288 persen secara tahunan. Kinerja ini disebut menjadi yang tertinggi secara kuartalan bagi perusahaan.
Dalam siaran persnya, perusahaan menyebut margin kilang yang tinggi di kawasan regional menjadi pendorong utama. Optimalisasi produk serta efisiensi pengadaan bahan baku juga disebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja.
Kontribusi dari segmen petrokimia, terutama melalui entitas Chandra Asri, ikut menopang pendapatan. Sementara itu, segmen energi tumbuh lebih terbatas dengan kenaikan sekitar 10 persen secara tahunan.
Perusahaan juga mulai mengonsolidasikan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura sejak awal 2026. Langkah ini disebut memperluas jaringan hilir sekaligus memperkuat integrasi di rantai bisnis energi.
Di sisi lain, kapasitas energi terbarukan meningkat setelah penyelesaian proyek panas bumi Wayang Windu. Total kapasitas yang dikelola perusahaan disebut telah melampaui 1 gigawatt.
Secara neraca, rasio utang bersih terhadap ekuitas tetap di level 0,77 kali. Perusahaan menyatakan posisi likuiditas dijaga untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
