
Ilustrasi mekanik mengecek mesin mobil. (Freepik)
JawaPos.com - Teknik engine brake atau rem mesin sering dianggap hanya untuk pengemudi berpengalaman.
Padahal, jika digunakan dengan benar, metode ini bisa menjadi penyelamat saat melewati turunan tajam sekaligus menjaga umur panjang rem dan transmisi.
Engine brake membantu memperlambat laju kendaraan tanpa terlalu bergantung pada rem konvensional, sehingga risiko rem panas atau blong dapat diminimalkan.
Meski terlihat sederhana, penggunaan rem mesin membutuhkan pemahaman yang tepat tentang kondisi jalan, teknik perpindahan gigi, dan cara menjaga RPM agar mesin tetap aman.
Kesalahan kecil seperti menurunkan gigi secara mendadak di kecepatan tinggi justru bisa merusak komponen kendaraan.
Berikut 7 tips menggunakan engine brake dengan efektif seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
Engine brake paling efektif digunakan saat menghadapi turunan panjang atau jalan curam, di mana rem konvensional berisiko panas berlebihan.
Menggunakannya di jalan datar atau kecepatan tinggi justru tidak efisien dan dapat membebani mesin. Pastikan kamu membaca kondisi jalan terlebih dahulu sebelum mengaktifkan teknik ini.
Pada mobil manual, turunkan gigi ke posisi rendah (gigi 2 atau 1) agar mesin bisa membantu menahan laju kendaraan. Untuk mobil otomatis, pilih mode transmisi “L”, “2”, atau “B” sesuai fitur kendaraan.
Lakukan penurunan gigi secara bertahap, jangan mendadak, sambil menjaga putaran mesin tetap di bawah 3.000 RPM agar tidak membebani komponen.
RPM adalah indikator utama untuk menentukan apakah engine brake bekerja optimal atau malah membahayakan mesin.
Usahakan tetap berada di rentang RPM aman sesuai spesifikasi mobil kamu. Jika terlalu tinggi, hentikan proses penurunan gigi dan biarkan laju kendaraan melambat terlebih dahulu.
Meski membantu mengurangi beban rem konvensional, engine brake tidak boleh menjadi satu-satunya cara memperlambat mobil. Gunakan secara bergantian dengan rem biasa agar kinerja mesin tetap terjaga dan pengereman tetap responsif di situasi mendadak.
Setiap mobil memiliki karakter berbeda dalam penggunaan rem mesin. Pelajari buku manual atau tanyakan pada teknisi bagaimana cara paling aman memanfaatkan fitur ini di kendaraan kamu.
Pastikan juga sistem rem konvensional tetap dalam kondisi prima sebagai cadangan utama.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
