
Ilustrasi penggantian minyak rem mobil.
JawaPos.com - Dalam sistem pengereman mobil, keberadaan minyak rem memegang peranan krusial demi memastikan keamanan dan performa kendaraan tetap optimal.
Sayangnya, tidak sedikit pengguna mobil yang masih belum memahami minyak rem memiliki beberapa jenis dengan karakteristik berbeda, yang tentu perlu disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan maupun kebutuhan penggunaan.
Memilih jenis minyak rem yang tepat bukan sekadar soal merek atau harga, melainkan juga memahami kandungan, titik didih, dan kemampuan masing-masing dalam menangani suhu tinggi serta daya serap terhadap air.
Berikut penjelasan empat jenis minyak rem mobil yang umum digunakan, lengkap dengan karakteristik utamanya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
1. DOT 3
Minyak rem DOT 3 mengandung glycol ether dan memiliki sifat higroskopis, yakni mudah menyerap air dari udara. Meski menyerap air, bentuk cairannya tetap terlihat sama dan tidak berubah. DOT 3 memiliki titik didih paling rendah dibandingkan jenis lainnya, yakni sekitar 206 derajat Celcius.
Namun, penting untuk menggantinya secara berkala karena jika dibiarkan terlalu lama, cairan ini dapat merusak komponen karet alami, mengganggu lapisan cat kendaraan, dan bahkan memicu korosi pada sistem pengereman.
2. DOT 4
DOT 4 memiliki komposisi utama berupa glycol ether dan borate ester. Titik didihnya lebih tinggi dibanding DOT 3, yaitu bisa mencapai sekitar 230 derajat Celcius.
Jenis ini cocok digunakan pada kendaraan dengan sistem pengereman yang bekerja dalam suhu tinggi, seperti mobil-mobil lama atau kendaraan yang digunakan dalam kondisi berat dan intensif.
3. DOT 5
Berbeda dari dua jenis sebelumnya, DOT 5 menggunakan bahan dasar silikon dan tidak menyerap air. Titik didihnya pun paling tinggi, mencapai sekitar 270 derajat Celcius.
Kelebihan lainnya adalah tidak merusak cat kendaraan. Karena sifatnya yang tidak higroskopis, DOT 5 sering digunakan pada kendaraan khusus atau mobil yang jarang digunakan, seperti mobil klasik atau kendaraan militer.
4. DOT 5.1
Jenis ini merupakan pengembangan dari DOT 5, meskipun secara kandungan lebih mirip dengan DOT 4 karena tetap menggunakan campuran glycol ether dan borate ester.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
