Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 21.16 WIB

3 Tips Flushing Oli setelah Sepeda Motor Terendam Banjir

Sejumlah pengendara melintasi banjir di jalan Kembangan Selatan, Jakarta, Senin (7/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com-Jakarta dan sekitarnya belakangan ini kembali akrab dengan genangan air. Anomali cuaca yang bikin hujan turun dalam waktu lama dan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di Jabodetabek kembali dilanda banjir. 

Nggak cuma bikin jalanan tergenang dan aktivitas tersendat, motor-motor yang terpaksa nyemplung banjir pun jadi korban.

Nah, buat kamu yang motornya sempat "berenang" di genangan air, ada satu hal penting yang wajib banget kamu perhatikan setelahnya: ganti oli alias flushing!

Kenapa? Karena air dan oli itu bukan pasangan serasi. Kalau oli sampai tercampur air, siap-siap saja performa mesin motormu jadi ngadat. Alih-alih melumasi komponen mesin, oli yang terkontaminasi justru bisa bikin karat, overheat, bahkan kerusakan parah di dalam mesin.

Flushing, Jangan Ditunda

Sebenarnya proses pembilasan oli ini bukan sesuatu yang wajib dilakukan rutin. Tapi dalam kondisi darurat seperti motor terendam banjir, flushing itu hukumnya nyaris wajib. Ini bukan cuma sekadar buang oli lama dan ganti baru, tapi benar-benar membersihkan sisa oli dan air yang bercampur di dalam mesin.

Prosesnya sendiri harus dilakukan dengan hati-hati dan idealnya dikerjakan oleh mekanik profesional. Soalnya, kalau asal-asalan malah bisa merusak komponen mesin yang lain.

Bahaya Kalau Dibiarkan

Kalau kamu cuek dan nggak buru-buru ganti oli setelah motor kebanjiran, siap-siap saja menghadapi sederet risiko. Mulai dari suara mesin yang kasar, tenaga motor berkurang, sampai mogok mendadak di tengah jalan. Dan lebih parahnya lagi, komponen mesin bisa rontok satu per satu karena pelumasan tidak optimal.

Bayangkan saja, kamu harus keluar biaya lebih mahal untuk bongkar mesin, ganti onderdil, atau bahkan beli mesin baru. Padahal semua itu bisa dicegah hanya dengan langkah sederhana: flushing oli tepat waktu.

Jangan Asal Ganti, Harus Tuntas!

Flushing bukan cuma ganti oli satu kali. Biasanya proses ini dilakukan dua sampai tiga kali untuk memastikan oli lama yang tercampur air benar-benar bersih dari dalam mesin. Baru setelah itu diisi oli baru yang segar.

Kalau mau aman, serahkan ke bengkel yang sudah terbiasa menangani motor habis kebanjiran. Jangan lupa cek juga komponen lain seperti filter udara, busi, dan CVT kalau motormu matic.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore