
Tampilan motor listrik pendatang baru asal Tiongkok, Omoway.(RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Persaingan di pasar motor listrik Indonesia makin panas. Hari ini, Jumat (20/6), satu lagi pemain asal Tiongkok resmi masuk ke medan laga, yakni Omoway.
Jenama tersebut adalah merek baru yang hadir di Indonesia dan mengklaim memiliki banyak perbedaan jika dibandingkan dengan motor listrik lainnya yang sudah ada.
Tidak seperti kebanyakan motor listrik pendatang baru yang masih mengandalkan spesifikasi standar, Omoway tampil beda dengan memboyong fitur autonomous driving system, sistem kemudi otonom yang dikembangkan secara in-house.
Teknologi ini masih tergolong langka di segmen roda dua, bahkan di pasar global. Dengan pendekatan cerdas dan terintegrasi, Omoway tampaknya tidak datang hanya untuk meramaikan, tetapi benar-benar menantang para pemain lama.
“Mobilitas masa depan bukan sekadar berpindah tempat, tapi soal bagaimana pengalaman berkendara bisa jadi lebih bermakna,” ujar Todd He, pendiri Omoway, dalam peluncuran global mereka di Jakarta, Jumat (20/6).
Menurut dia, teknologi yang mereka desain hadir untuk membuat perjalanan lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Beberapa fitur otonom yang ada pada motor listrik tersebut mirip dengan yang ada pada mobil. Misalnya Adaptive Cruise Control, atau pengereman otomatis menggunakan sensor radar.
Bahkan motor ini bisa menyeimbangkan dirinya sendiri tanpa pengendara perlu menurunkan kaki ketika jalanan macet.
Seperti sudah disinggung di atas, kehadiran Omoway menambah daftar panjang merek Tiongkok yang membidik pasar kendaraan listrik Indonesia. Sebelumnya, nama-nama seperti NIU, Yadea, hingga Segway-Ninebot telah lebih dulu menjajal peruntungan.
Namun, Omoway membawa narasi yang sedikit berbeda: mereka ingin mengawinkan teknologi AI, konektivitas, dan keberlanjutan dalam satu paket kendaraan roda dua.
Mereka mengandalkan divisi riset dan pengembangan (R&D) yang disebut MOT R&D Hub, terbagi dalam empat domain, dari sistem berkendara cerdas hingga arsitektur elektronik kendaraan.
Pendekatan tersebut diyakini memungkinkan mereka merancang motor yang tak hanya efisien secara teknis, tapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan yang dinamis.
Indonesia sendiri merupakan pasar strategis dan menantang. Di satu sisi, pemerintah sedang mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan melalui berbagai insentif.
Di sisi lain, tantangan infrastruktur, harga baterai, dan kebiasaan konsumen masih jadi ganjalan besar. Motor listrik harus bisa bersaing bukan hanya dari sisi fitur, tapi juga harga, layanan purnajual, dan daya tahan.
Omoway mengklaim bahwa produknya didesain untuk penggunaan jangka panjang dengan dampak lingkungan yang minimal.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
