Mitsubishi melakukan penyegaran pada MPV andalannya Xpander dan varian Cross tampil lebih berani.
JawaPos.com-Pasar otomotif 2024 diakui para pelaku industri sangat menantang. Membuka kran produk baru diharapkan menjadi pemicu demand di tengah kondisi tersebut. Kemarin (16/5), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) meluncurkan penyegaran produk di segmen paling moncer yakni LMPV, yakni Xpander dan Xpander Cross.
Pembaruan dua produk tersebut mencakup banyak lini, mulai dari eksterior hingga interior. Seperti desain grille, bumper, hingga velg yang lebih baru. Sementara bagian interior kini nuansannya serba hitam dari jok sampai doortrim, tak terkecuali dasbornya. Khusus Xpander Cross mendapatkan sentuhan kombinasi warna burgundy. Sejak debut perdana pada 2017, lini LMPV andalan Mitsubishi tersebut sudah dua kali mendapatkan facelift dan peningkatan fitur.
MMKSI berekspektasi produk baru tersebut dapat mendorong peningkatan market share di tahun fiskal 2025. Tahun lalu, Mitsubishi berhasil mencetak market share di kisaran 8,2 persen. “Di 2024 market demand alami penurunan dan cukup banyak tantangan. Di tengah tantangan dan penurunan demand, MMKSI berhasil tingkatkan market share jadi 8,2 persen,” ujar Head of Sales Group PT MMKSI Budi Dermawan, kemarin.
Lebih detil, Budi melanjutkan, di market LMPV, Xpander berhasil mencatatkan market share sebesar 23 persen. Di kelas medium SUV dengan adanya New Pajero Sport, berhasil memberikan kontribusi market share sebesar 40 persen di tahun fiskal 2024.
Sementara di segmen lain, All New Triton meraih market share 39 persen serta small pickup L300 yang masih mengukuhkan gelar market leader di segmennya. “Di 2024 kami menambah 10 jaringan diler dan sekarang total diler kami 172 diler, khusus menjual PC dan LCV di seluruh Indonesia,” bebernya.
Di tahun fiskal 2025, lanjut Budi, Mitsubishi menargetkan untuk bisa meningkatkan marketshare hingga 10 persen. “Untuk mencapai target, kami telah tetapkan langkah strategis. Refreshment product new Xpander dan Xpander Cross hari ini (kemarin, red) salah satunya,” urainya.
Bicara mengenai pasar yang menantang, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengamini bahwa kinerja penjualan mobil kuartal I mengalami tekanan. “Industri sangat dipengaruhi berbagai aspek, di dalam maupun luar negeri. Saat ini, industri otomotif Indonesia masih memiliki kesempatan untuk terus berkembang selama tetap optimis, hati-hati, waspada dan rasional. Salah satu upayanya adalah dengan menjaga dan mendorong permintaan pasar baik domestik dan internasional,” ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi.
Kendati demikian, Nangoi menegaskan bahwa target tahun ini belum berubah, yakni 900.000 unit untuk tahun 2025. “Karena banyak model baru yang bisa menopang penjualan,” tegasnya. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
