Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 04.02 WIB

LG Undur Diri dari Kerjasama Proyek Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

ILUSTRASI Logo LG. (istimewa) - Image

ILUSTRASI Logo LG. (istimewa)

JawaPos.com - LG Eenergy Solution yang merupakan gabungan dari beberapa perusahaan diantaranya LG Chem, LX International Corp, dan beberapa lainnya memutuskan untuk menarik diri dalam proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Konsorsium ini juga melibatkan sejumlah perusahaan milik negara alias BUMN seperti Indonesia Battery Corporation (IBC).

Dilansir dari laman Yonhap, salah seorang sumber di LG Energy Solution mengungkapkan bahan pihaknya terpaksa menahan realisasi investasi senilai USD9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun.

Menurutnya setidaknya ada dua alasan mengapa pihaknya melakukan hal tersebut. Selain kondisi pasar yang menurun diman terjadi perlambatan permintaan EV di pasar global, juga karena lingkungan investasi.

Seperti diketahui penjualan mobil listrik di dunia memang mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, walaupun masih menunjukkan pertumbuhan secara keseluruhan. 

Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini termasuk: perubahan ekonomi yang membuat pembeli lebih hemat, menunggu model yang lebih murah, dan kekhawatiran produsen tentang tingkat suku bunga yang tinggi dan dinamika pasar yang lesu. 

Meski begitu, LG menegaskan tetap melanjutkan bisnis pengembangan baterai yang terjlain dengan Hyundai Motor Group.

“Kami telah mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi sebelum memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut. Meski begitu kami akan melanjutkan bisnis kami yang ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power, yaitu usaha kerjasama dengan Hyundai Motor Group,” kata narasumber tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2023, negosiasi dengan perusahaan asal Korea Selatan tersebut sempat terhenti karena terbentur implementasi kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) di Amerika Serikat yang mendiskreditkan produksi baterai yang didominasi investasi perusahaan Tiongkok.

Sumber itu mengatakan LG Energy Solution telah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia sebelum menarik diri dari proyek bernama Konsorsium Titan tersebut.

Dalam proyek pengembangan ekossistem baterai EV ini, dana investasi yang digelontorkan senilai USD9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun.

Sebagai informasi kinerja penjualan produk LG di dunia yang dilansir dari data perusahaan riset energi Korea Selatan SNE Research selama periode Januari – Februari 2025, LG Energy Solution menempati urutan ketiga dalam penjualan baterai listrik terbanyak di dunia setelah CATL dan Build Your Dreams atau BYD yang keduanya asal Tiongkok.

Baterai yang diproduksi LG mampu terjual 12,7 GWh, angka ini naik 8,5 persen dibanding periode Januari – Februari 2024.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore