
Line-up motor gede Harley-Davidson yang akan rilis secara global di 2025. (Istimewa)
JawaPos.com – Harley-Davidson diprediksi akan membawa perubahan dalam produk terbarunya pada tahun ini. Motor gede atau moge tersebut akan dibekali dengan desain yang ramping dan fitur yang lebih canggih dari edisi sebelumnya.
Menanggapi hal ini, PT JLM Auto Indonesia sebagai agen pemegang merek (APM) Harley-Davidson di Tanah Air mengungkapkan peralihan dari bodi besar ke bodi yang lebih ramping sejatinya sudah diterapkan pada tahun lalu. Namun, perubahan tetap akan diberlakukan pada 2025.
“2024 untuk GIIAS itu sudah berubah kan? Street Glide-nya sudah berubah. Road glide-nya sudah berubah,” kata Mardiono Sugiarto, Marketing Communication Manager PT JLM Auto Indonesia kepada JawaPos.com, Jumat (31/1).
Dia menjelaskan, perubahan ini bisa dilihat salah satunya pada model Road Glide yang telah diperkenalkan tahun lalu. Model ini memiliki bodi yang ramping, dua lampu modern, dan dibekali fitur-fitur terkini yang canggih.
Untuk model 2025, nantinya akan dibekali dengan line up terbaru yang disertai dengan fitur-fitur baru. Harley-Davidson tetap berupaya untuk memberikan pembaruan yang memuaskan konsumen.
Namun sayangnya, Mardiono belum mengungkap model pasti, harga ataupun kuota yang tersedia untuk pasar Indonesia.
“Kita lihat saja nanti 2025 akan seperti apa. Ada penambahannya seperti apa untuk Indonesia, barangnya, tipenya apa aja. Nanti tunggu tanggal mainnya kita pasti lihat,” ungkap dia.
Sementara itu, terkait penjualan pada 2025, Mardiono optimistis akan meningkat dari tahun sebelumnya. Terlebih, Harley-Davidson mencetak catatan baik dengan kenaikan 40 persen penjualan pada 2024.
“Kita selalu optimistis. Optimistis yang terbaik untuk penjualan Harley Davidson di tahun 2025, meningkat lagi dari tahun sebelumnya,” jelas dia.
Disamping optimistis, Harley-Davidson juga harus realistis menghadapi tantangan distribusi dan target penjualan.
Pasalnya, kuota target yang diberikan kepada Indonesia sudah didasarkan dari riset pasar dan hasil diskusi oleh pusat. Hal ini semata-mata demi membuat bisnis tetap stabil sekaligus membuat target menjadi tercapai.
“Jadi mereka masuk akal, karena apabila mereka asal kasih kuota, negara tersebut tidak bisa bertanggung jawab dengan menjual motornya dengan baik, mencapai target, ternyata mereka jual cuma 20, bisnisnya berantakan,” imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
