Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 April 2019 | 21.59 WIB

Targetkan 2.000 Armada, Taksi Listrik Bluebird Masih Terkendala SPLU

Ilustrasi armada Bluebird.  (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi armada Bluebird. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bluebird mulai menyediakan transportasi ramah lingkungan, yakni berupa taksi listrik atau e-Taxi. Ke depan, perseroan mengaku akan terus menambah jumlah armada taksi listriknya.

Direktur PT Bluebird Tbk Adrianto Djokosoetono menargetkan sebanyak 2.000 armada taksi listrik bisa beroperasi hingga 2025 mendatang. "Yang baru saja kami lakukan (peluncuran e-Taxi) ini hanya awalan. Ke depan akan terus kami tambah armada taksi listriknya," katanya saat peluncuran e-Taxi Bluebird di Jakarta, Senin (22/4).

Lebih jauh, piihaknya menyebut sampai tahun depan, Bluebird akan memiliki sebanyak 200 taksi listrik. Sementara sebagai awalan, saat ini perusahaan taksi berlogo burung berwarna biru itu baru akan mengoperasikan taksi listrik sebanyak 30 unit saja. Dari 30 unit itu, lima di antaranya adalah mobil listrik mewah besutan Tesla dengan Model X yang di Indonesia harganya dibanderol sekitar Rp 2,8 miliaran.

Photo

Direktur PT Bluebird Tbk Adrianto Djokosoetono (paling kiri) saat peluncuran e-Taxi Bluebird di Jakarta, Senin (22/4).  (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Selain armada Tesla Model X yang nantinya akan mengisi layanan taksi premium Silverbird, Bluebird juga menggunakan mobil lain besutan Tiongkok. Mobil tersebut adalah BYD e6 bertransmisi otomatis yang akan melayani penumpang Bluebird (reguler). Seluruh kendaraan listrik tersebut diklaim sesuai dengan iklim tropis di Indonesia sehingga aman digunakan walaupun menggunakan tenaga listrik dan baterai.

Sebagai informasi, pihak Bluebird menyebut bahwa rata-rata mobil listrik yang digunakannya baik untuk Tesla Model X dan BYD e6, keduanya membutuhkan lama waktu pengecasan 1,5 hingga 2 jam. Berdasarkan data dan spesifikasi teknis pabrikan, mobil-mobil listrik Bluebird dikatakan sanggup melaju (konstan) dengan jarak maksimal 400 Km.

Karena alasan teknis dalam hal ini ketersediaan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang masih terbatas, taksi listrik Bluebird yang mulai mengaspal Mei mendatang baru akan melayani penumpang di Jakarta saja. Jika SPLU di seluruh Indonesia terus diperluas di berbagai titik, tak menutup kemungkinan layanan taksi Bluebird akan menjelajah lebih jauh ke daerah pasar mereka lainnya.

Saat ini di Jakarta saja ketersediaan SPLU masih terbatas. Pun dengan port charging-nya. SPLU baru berada di beberapa kantor kementerian, mal seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Senayan City, area Lapangan Banteng, dan Monas. Pihak Bluebird mengatakan, guna mengantisipasi mobil listriknya mogok akibat baterai yang habis, jika indikator baterai menunjukkan angka 25 persen, mereka tidak akan melayani penumpang dan memilih kembali ke pool untuk melakukan pengisian daya ulang.

Photo

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore