
Ilustrasi motor matic (Kroshka__nastya/Freepik)
JawaPos.com - Motor matic seharusnya memberikan tarikan yang halus, terutama saat kamu mulai memutar gas di putaran bawah.
Namun, kalau muncul getaran saat RPM rendah atau ketika awal akselerasi, itu bisa menjadi tanda ada masalah pada sistem CVT.
CVT berperan besar dalam mengatur penyaluran tenaga dari mesin ke roda. Jika salah satu komponennya bermasalah, efeknya langsung terasa pada kenyamanan berkendara.
Supaya tidak makin parah, berikut 5 penyebab motor matic bergetar saat digas yang perlu kamu waspadai seperti dirangkum dari laman Ibid Astra.
Salah satu penyebab paling umum adalah kondisi rumah atau housing CVT yang kotor. Debu dan kotoran yang menumpuk bisa mengganggu pergerakan komponen di dalamnya.
Jika tidak segera dibersihkan, kotoran tersebut dapat menyebar ke bagian pulley dan kopling. Akibatnya, kerja sistem transmisi menjadi tidak optimal dan motor terasa bergetar saat mulai berakselerasi.
Spacer yang berada di antara sliding (variable) sheave dan fixed sheave memiliki fungsi penting sebagai poros penghubung. Komponen ini membantu sliding sheave berputar dengan halus saat weight roller menarik v-belt.
Kalau pemasangannya kurang tepat, putaran sliding sheave menjadi tidak stabil dan terasa kasar. Dampaknya, getaran akan muncul terutama saat kamu mulai menarik gas dari posisi diam.
V-belt berfungsi menghubungkan pulley primer di bagian depan dengan pulley sekunder di belakang.
Komponen ini bekerja terus-menerus mengikuti putaran mesin, sehingga wajar jika mengalami keausan seiring waktu.
Ketika kondisi v-belt sudah getas, retak, atau menipis, penyaluran tenaga menjadi tidak mulus. Inilah yang membuat motor terasa kasar dan bergetar saat akselerasi, terutama di putaran bawah.
Weight roller bertugas memberikan tekanan pada sliding sheave agar v-belt bisa bergerak sesuai kebutuhan putaran mesin. Komponen kecil ini punya peran besar dalam menentukan halus atau tidaknya tarikan motor.
Jika roller dipasang tidak sesuai posisi atau sudah aus, pergerakan pulley menjadi tidak seimbang.
Akibatnya, getaran muncul saat awal tarikan gas dan performa motor terasa kurang responsif.
Dumper kopling berfungsi meredam getaran dan gesekan ketika kampas kopling mulai bekerja. Sementara itu, kampas kopling sendiri akan aktif saat motor mulai berakselerasi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
