
Ilustrasi mengisi BBM di SPBU Pertamina (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak pengendara masih menganggap mengganti merek atau jenis BBM sebagai hal sepele.
Padahal, setiap bahan bakar memiliki nilai oktan dan komposisi kimia yang berbeda, yang seharusnya disesuaikan dengan rasio kompresi mesin kendaraan kamu.
Kalau asal ganti tanpa mempertimbangkan kecocokannya, karena dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang. Apalagi jika kamu sering mencampur BBM dengan oktan berbeda di dalam tangki.
Mesin memang bisa beradaptasi, tetapi proses penyesuaian yang terlalu sering justru berisiko menurunkan performa dan memicu gangguan teknis.
Supaya tidak menyesal di kemudian hari, berikut 4 dampak yang bisa terjadi jika kamu terlalu sering gonta-ganti BBM seperti dirangkum dari laman Ibid Astra
Menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat memicu pembakaran lebih awal atau yang dikenal sebagai detonasi.
Kondisi ini membuat tenaga mesin terasa tidak maksimal dan respons akselerasi jadi kurang halus.
Jika kamu terlalu sering mengganti jenis BBM, sistem pembakaran mesin harus terus beradaptasi.
Ketika BBM baru bercampur dengan sisa BBM lama yang berbeda oktan, kualitas pembakaran menjadi tidak konsisten. Akibatnya, performa mesin bisa naik-turun dan konsumsi bahan bakar terasa lebih boros.
Perbedaan kualitas dan komposisi aditif pada setiap BBM bisa memengaruhi hasil pembakaran. Jika pembakaran tidak berlangsung sempurna, sisa residu dapat menumpuk dan membentuk kerak di ruang bakar.
Dalam jangka panjang, kerak ini bisa mengganggu kerja mesin. Salah satu gejala yang sering muncul adalah kendaraan jadi lebih sulit distarter, terutama saat mesin dingin. Kalau dibiarkan, penumpukan kerak bisa mempercepat keausan komponen internal.
Setiap bahan bakar memiliki karakter pembakaran berbeda. Jika tidak sesuai dengan spesifikasi mesin, pembakaran yang kurang optimal akan mempercepat terbentuknya endapan karbon.
Kerak yang semakin tebal di ruang bakar dapat mengganggu kerapatan katup dan piston. Dampaknya, kompresi mesin menurun dan tenaga yang dihasilkan tidak lagi maksimal. Mesin pun terasa lebih berat saat digunakan.
Salah satu efek paling umum dari penggunaan oktan yang lebih rendah adalah munculnya suara ngelitik atau knocking.
Kondisi ini terjadi karena pembakaran berlangsung sebelum waktunya, sehingga menimbulkan tekanan tidak normal di dalam silinder.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
