
Ilustrasi: Penggantian busi mobil. (Suzuki)
JawaPos.com-Busi yang basah karena oli adalah salah satu masalah mesin yang sering luput dari perhatian pemilik mobil. Banyak pengendara baru menyadari kondisi ini setelah mobil terasa brebet, susah dihidupkan, atau tenaga mendadak menurun.
Padahal, jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini bisa merembet ke komponen mesin lainnya dan membuat biaya perbaikan membengkak.
Pada dasarnya, busi oli basah terjadi karena oli masuk ke ruang bakar dan mengotori ujung busi.
Akibatnya, proses pembakaran tidak berjalan sempurna. Supaya Anda lebih paham dan bisa segera mengambil tindakan, berikut 3 penyebab utama busi oli basah pada mobil sekaligus cara mengatasinya seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia.
1. Seal Katup Bocor atau Aus
Seal katup berfungsi untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar melalui batang katup. Ketika seal ini sudah getas, keras, atau aus karena usia pemakaian, oli bisa merembes turun dan ikut terbakar di ruang pembakaran.
Jika kondisi ini terjadi, Anda mungkin akan melihat asap knalpot berwarna kebiruan, terutama saat pertama kali mesin dinyalakan. Selain itu, busi akan terlihat basah dan berkerak oli.
Solusinya adalah mengganti seal katup dengan yang baru. Proses ini memang membutuhkan pembongkaran sebagian komponen mesin, jadi sebaiknya dilakukan di bengkel terpercaya.
2. Ring Piston Rusak atau Aus
Ring piston memiliki tugas penting untuk menjaga kompresi mesin sekaligus mencegah oli dari ruang bawah (crankcase) naik ke ruang bakar. Jika ring piston aus atau rusak, oli dapat lolos dan masuk ke ruang pembakaran sehingga membasahi busi.
Gejalanya biasanya disertai tenaga mesin yang menurun, konsumsi oli menjadi boros, dan asap knalpot cenderung berwarna biru saat digas. Untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan penggantian ring piston. Dalam banyak kasus, perbaikan ini memerlukan overhaul atau turun mesin karena piston harus dibongkar.
3. Gasket Kepala Silinder Bocor
Gasket kepala silinder (head gasket) berfungsi sebagai penyekat antara blok mesin dan kepala silinder agar oli, air radiator, serta kompresi tetap terpisah sesuai jalurnya. Jika gasket ini bocor, oli bahkan cairan pendingin bisa masuk ke ruang bakar dan membasahi busi.
Tanda-tandanya bisa berupa mesin cepat panas, oli bercampur air (seperti warna kopi susu), atau performa mesin terasa berat. Penanganannya adalah mengganti gasket kepala silinder dengan yang baru dan memastikan permukaan head serta blok mesin tetap rata dan tidak melengkung.
Cara Mengatasi Busi Oli Basah di Mobil
Setelah mengetahui penyebabnya, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melepas dan memeriksa kondisi busi. Jika busi hanya kotor ringan, Anda bisa membersihkannya menggunakan cairan pembersih khusus dan sikat halus. Namun, bila elektroda sudah aus atau kerak oli terlalu tebal, sebaiknya ganti busi dengan yang baru.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
