
Ilustrasi: LEX Platform di Lepas L8. (Istimewa).
JawaPos.com - Gelombang kendaraan listrik dan hybrid dari Tiongkok terus mendorong inovasi baru di pasar Indonesia. Salah satu teknologi yang mulai mencuri perhatian adalah LEX Platform, arsitektur kendaraan energi baru (PHEV) yang menjadi basis dari Lepas L8.
Di tengah persaingan SUV elektrifikasi yang semakin ketat, LEX Platform diyakini tampil sebagai pendekatan berbeda yang menekankan keheningan, efisiensi, stabilitas, dan kenyamanan kabin.
LEX Platform dirancang bukan sekadar sebagai rangka teknis, tetapi sebagai 'rangka dan otak' kendaraan. Arsitektur ini menopang struktur, ruang kabin, sistem elektrik, hingga karakter berkendara.
Dengan pendekatan tersebut, Lepas menempatkan platform ini sebagai fondasi pengalaman berkendara modern yang lebih halus dan intuitif dibandingkan platform kendaraan komersial pada umumnya.
Tampil di arena GJAW 2025, Lepas membeberkan sejumlah keunggulan platform tersebut. "Salah satu kekuatan utama LEX Platform adalah kemampuannya menghasilkan kabin yang lapang dan senyap," kata Ricky He, Deputy Country Director Lepas Business Unit Indonesia.
Dengan wheelbase 2.800 mm pada bodi 4.688 mm, platform ini menciptakan ruang kaki yang luas dan fleksibel, lebih lapang dibandingkan banyak SUV lima penumpang di kelasnya.
LEX Platform juga mengoptimalkan aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) melalui tuning struktural dan isolasi yang lebih matang. Getaran mesin, suara ban, dan kebisingan jalan diredam secara signifikan, menghasilkan kabin yang tenang bahkan saat berkendara di permukaan kasar.
Pendekatan ini menempatkan kenyamanan akustik sebagai salah satu prioritas utama, sejalan dengan karakter SUV elegan yang dibawa Lepas L8.
Dari sisi performa, LEX Platform juga dirancang untuk mengakomodasi mesin turbo dan motor listrik secara harmonis.
Pada Lepas L8, konfigurasi ini menghasilkan output hingga 205 kW dengan torsi 365 Nm, angka performa yang cukup besar untuk sebuah SUV keluarga, namun tetap menjaga karakter berkendara yang smooth.
Alih-alih mengejar sensasi agresif, platform ini mengedepankan kontrol tenaga yang linear dan stabil, respons akselerasi terasa ringan, perpindahan tenaga minim hentakan, dan stabilitas tetap terjaga di kecepatan tinggi.
LEX Platform juga disebut membawa pendekatan elektrifikasi yang sangat praktis bagi pengguna perkotaan. Baterai LFP 18,4 kWh menawarkan jarak tempuh listrik murni sekitar 100 km (WLTC)—cukup untuk penggunaan harian tanpa bensin.
Untuk perjalanan jauh, sistem hybrid platform ini memberikan total jangkauan hingga 1.300 km (WLTC) dengan konsumsi energi yang tetap rendah. Pengisian dayanya juga dibuat fleksibel DC Fast Charging 40 kW (30–80 persen dalam ±20 menit) dan Home Charging AC 7 kW yang dapat dilakukan di rumah.
Pendekatan ini memberi transisi elektrifikasi yang mudah bagi pengguna baru, tanpa perlu bergantung penuh pada infrastruktur charging publik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
