
Jaeco J5 EV salah satu pilihan baru di pasar mobil listrik. (Istimewa)
JawaPos.com - Fenomena 'Jaecoo J5 Effect' tengah jadi perbincangan hangat di jagat otomotif Indonesia. Setelah harga resmi Jaecoo J5 EV diumumkan, sejumlah calon pembeli BYD Atto 1 mengaku membatalkan pemesanan mereka dan langsung beralih ke SUV listrik asal Tiongkok yang kini viral itu.
“Cancel SPK Atto 1 lalu beralih langsung ke mobil listrik viral ini, Jaecoo J5,” tulis salah satu warganet di platform Thread, dikutip JawaPos.com.
Menurut pengakuannya, keputusan itu diambil bukan semata karena tren, tetapi karena harga dan fitur Jaecoo J5 dianggap lebih rasional.
“Istri langsung tertarik. Selain karena harganya masuk akal, fiturnya juga berlimpah mirip mobil listrik sebelumnya (BYD Seal). Agak nyesel berasa kemahalan (BYD Atto 1),” ujarnya.
Komentar serupa muncul dari calon pembeli lain yang merasa harga BYD Atto 1 terlalu tinggi untuk spesifikasi yang ditawarkan.
Perbandingan antara kedua model ini memang cukup menarik. BYD Atto 1 yang sebelumnya viral saat peluncuran, kini mulai dianggap 'overprice' alias kemahalan karena banderolnya yang nyaris menyaingi Atto 3, padahal secara kelas dan fitur masih di bawahnya.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV menawarkan fitur modern khas SUV premium dengan harga yang diklaim lebih kompetitif. Dari desain, dimensi, hingga sistem penggerak, Jaecoo J5 disebut menawarkan pengalaman berkendara yang lebih 'value for money' dibanding Atto 1.
Namun di tengah euforia itu, muncul pula spekulasi soal strategi harga agresif dari brand-brand asal Tiongkok. Beberapa warganet menilai harga awal Jaecoo J5 hanyalah gimmick marketing.
Beredar pesan berantai di grup otomotif yang menyebut bahwa stok J5 varian standar seharga Rp 250 jutaan sudah habis, bahkan sebelum sebagian besar calon pembeli sempat melakukan pemesanan.
“Saat ini kuota spesial 1.000 unit untuk J5 standar sudah habis, tersisa untuk J5 Premium. Kondisi pemesanan per jam ini sudah up to 900 SPK,” tulis seorang tenaga penjual Jaecoo yang tangkap layarnya sempat viral di media sosial.
Terlepas dari isu stok dan strategi pemasaran, kehadiran Jaecoo J5 jelas mengguncang peta persaingan mobil listrik di Indonesia.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa konsumen EV kini semakin kritis dan rasional, tidak hanya mengejar merek atau tren, tapi juga menimbang fitur, jarak tempuh, dan nilai ekonomisnya.
Dengan semakin banyaknya pemain baru asal Tiongkok dan strategi harga yang agresif, bukan tidak mungkin fenomena 'Jaecoo J5 Effect' tampaknya akan menjadi titik balik perang harga mobil listrik di Indonesia, di mana yang tadinya murah kini terasa mahal, dan yang baru datang justru jadi game changer.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
