Ilustrasi Oli yang sesuai agar mesin mobil tetap awet dan efisien (Pexels/Daniel Andraski)
JawaPos.com - Memilih jenis oli mesin yang tepat sangat penting agar performa kendaraan optimal dan mesin lebih tahan lama. Oli mesin memiliki fungsi krusial untuk melumasi komponen mesin dan mengurangi gesekan di dalamnya.
Berdasarkan kandungan, oli terbagi menjadi dua tipe utama yaitu oli mineral dan oli sintetis. Umumnya, produsen mencantumkan kandungan ini pada kemasan. Beberapa tipe yang sering ditemui adalah oli mineral, semi-sintetis, dan full sintetis.
Dilansir dari laman resmi Pertamina Lubricants dan Carro, oli mineral, semi-sintetis, dan sintetis memiliki formulasi serta kinerja yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mesin.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan jenis-jenis oli mesin berdasarkan formulasi dan kinerjanya:
1. Oli Mineral
Oli mineral merupakan pelumas dasar yang diproduksi langsung dari hasil penyulingan minyak bumi tanpa banyak campuran aditif modern. Jenis oli ini memiliki molekul yang tidak seragam sehingga kualitas pelumasan cenderung lebih rendah dibandingkan oli sintetis.
Oli mineral biasanya lebih kental, cepat teroksidasi, dan memiliki daya tahan panas terbatas. Oleh sebab itu, oli jenis ini lebih sering direkomendasikan untuk kendaraan lama atau mesin dengan teknologi sederhana. Harga oli mineral relatif lebih terjangkau, namun penggunaannya menuntut penggantian lebih sering karena performanya cepat menurun.
Kelebihan utama oli mineral terletak pada biaya yang ekonomis. Akan tetapi, bagi mesin modern dengan kompresi tinggi, penggunaan oli mineral berisiko menimbulkan kerak, gesekan berlebih, hingga memperpendek usia mesin.
2. Oli Semi Sintetis
Oli semi sintetis adalah campuran antara oli mineral dengan sebagian oli sintetis. Kombinasi ini membuat oli semi sintetis memiliki kualitas lebih baik dibanding oli mineral, namun tetap dengan harga lebih bersahabat dibanding oli sintetis penuh.
Secara umum, oli semi sintetis mampu memberikan pelumasan yang lebih stabil, menjaga suhu mesin tetap dingin, serta memperlambat proses pengendapan kerak di ruang bakar. Kandungan aditif di dalamnya juga membantu mengurangi gesekan pada komponen mesin, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih efisien.
Jenis oli ini cocok digunakan pada kendaraan harian dengan intensitas penggunaan sedang, seperti mobil keluarga atau motor matik. Kelemahannya, umur pakai oli semi sintetis masih lebih pendek dibanding oli sintetis murni sehingga perlu jadwal penggantian rutin sesuai rekomendasi pabrikan.
3. Oli Sintetis
Oli sintetis diproduksi melalui proses rekayasa kimia sehingga molekulnya lebih seragam dan stabil. Proses ini membuat oli sintetis memiliki kemampuan pelumasan yang jauh lebih baik dibanding oli mineral maupun semi sintetis.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
