Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 00.05 WIB

Hingga Pertengahan Tahun 2025 Jumlah SPKLU di Indonesia Baru 4.000 an

Pemilik kendaraan listrik mengisi daya di SPKLU PLN di Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Pemilik kendaraan listrik mengisi daya di SPKLU PLN di Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon.

Salah satu langkah nyata adalah dengan mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan semakin banyaknya SPKLU, masyarakat akan lebih mudah mengakses fasilitas pengisian daya, sehingga penggunaan kendaraan listrik menjadi semakin praktis.

Hal ini diharapkan dapat mengatasi salah satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian.

Dalam hal ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan pembangunan SPKLU seiring dengan tren pertumbumbuhan populasi mobil listrik di Tanah Air.

Menurut Ida Nuryatin Finahari selaku Pelaksana tugas Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, menyebutkan hingga akhir Juli 2025 jumlah SPKLU yang terbangun di Indonesia sebanyak 4.186 unit. SPKLU tersebut tersebar di 2.789 lokasi.

“Jumlah tersebut belum termasuk tempat tukar atau fasilitas swap baterai yang jumlahnya telah mencapai 1.902 unit. Keberadaan semua fasilitas tersebut tentu memberikan kemudahan dan kenyamanan para pengguna mobil listrik di Tanah Air. Dan jumlah fasilitas itu akan ditambah,” kata Ida.

Ida menambahkan sesuai roadmap, fokus pengembangan SPKLU pemerataan distribusi di wilayah yang menjadi tempat keberadaan mobil listrik.

“Pembangunan fasilits itu juga harus dipsstikan memenuhi aspek keselamatan. Setiap instalasi harus memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan memenuhi standar produk yang berlaku,” ujar Ida.

Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan selama tujuh bulan pertama 2025 jumlah mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang terjual di Indonesia mencapai 42.178 unit.

Angka total penjualan selama tujuh bulan itu hampir melampaui total penjualan sepanjang tahun 2024 yang sebanyak 43.188 unit.

Dengan pembangunan SPKLU yang masif, pemerintah berharap adopsi kendaraan listrik semakin meningkat, baik untuk transportasi pribadi, kendaraan umum, maupun sektor logistik.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan mobilitas ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore