Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 19.05 WIB

(OTO) Memanas! Rencana Merger Nissan-Honda Berpotensi Berantakan, Apa Sebab?

Ilustrasi: Merger Honda - Nissan. (ABC7)

 

 
JawaPos.com-Rencana merger antara Nissan dengan Honda dikabarkan memasuki fase baru yang justru kurang mengenakkan. Dilaporkan bahwa tensi keduanya justru memanas, berpotensi menyebabkan rencana merger jadi berantakan.
 
 
Menyusul laporan bahwa Nissan harus melipatgandakan labanya agar merger tersebut mendapat lampu hijau, terungkap bahwa Honda telah mengusulkan untuk membeli saham Nissan dan menjadikan merek yang sedang kesulitan itu sebagai salah satu anak perusahaannya.
 
Sumber anonim yang memiliki informasi tentang proposal tersebut memahami bahwa Honda tidak yakin dengan Nissan, apakah bisa bangkit dari keterpurukannya atau tidak. Hal tersebut membuat Honda berpikir lebih banyak mengenai hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan Nissan ke jalur yang benar. 
 
Untuk melakukan ini, Honda berpotensi membeli saham Nissan dan mengubahnya menjadi anak perusahaan. Namun, rencana ini kemungkinan akan menghadapi tentangan signifikan dari Nissan.
 
Makin panas, tak lama setelah muncul laporan bahwa Nissan telah menolak usulan Honda untuk menjadikannya anak perusahaan, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan bahwa Nissan kini tengah bersiap untuk meninggalkan pembicaraan merger senilai USD 60 miliar dengan Honda, menurut Kyodo News. 
 
Jika dituntaskan, kesepakatan tersebut akan menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia. Namun, situasinya masih belum pasti, The Washington Post melaporkan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat untuk membatalkan merger tersebut, demikian dilansir dari Carscoops.
 
Menurut analis, Nissan khawatir langkah tersebut dapat merusak otonominya di masa mendatang. Selain itu, Nissan disebut-sebut menentang Honda yang secara drastis meningkatkan keterlibatannya dalam manajemen merek tersebut.
 
Nissan telah mengusulkan beberapa cara untuk melakukan restrukturisasi. Misalnya, perusahaan berencana memangkas 9.000 pekerjaan di seluruh dunia dan juga bermaksud memangkas kapasitas produksi global sebesar 20 %. 
 
Perusahaan juga berencana untuk memperkenalkan program pensiun dini di tiga pabriknya di Amerika. Kyodo News menyebut bahwa Honda menuntut Nissan untuk melakukan perubahan yang lebih signifikan, hal yang menjadi latar belakang hubungan keduanya di tengah merger justru memanas. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore