Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Januari 2025 | 23.43 WIB

Ford Recall Besar-besaran, dalam Sehari 394.466 Kendaraan Ditarik, Paling Banyak Truk Super Duty

Ford F250 2025. (ford.com)

JawaPos.com - Raksasa industri otomotif, Ford, tampaknya akan kewalahan akhir-akhir ini. Sebab, perusahaan mengeluarkan empat recall (penarikan kembali) terpisah yang melibatkan total 394.466 kendaraan hanya dalam satu hari.
 
Seperti dilansir dari Carscoops, penarikan terbesar dalam batch ini melibatkan 295.449 truk Super Duty bertenaga diesel. Masalahnya, pompa bahan bakar bertekanan tinggi mereka terganggu ketika endapan biodiesel menumpuk pada komponen rol penggerak pompa. Hal ini bisa menyebabkan kegagalan pada pompa. 
 
Kendaraan yang terkena dampak tersebut diantaranya truk F250, F350, F450, F550, dan F600 dari tahun model 2020-2022, serta truk F650 dan F750 dari tahun model 2021-2022. Perbaikannya pun melibatkan pembaruan software modul kontrol powertrain, yang akan dilakukan secara gratis di dealer terdekat.
 
Batch penarikan yang kedua melibatkan Lincoln Nautilus 2024-2025. Ford menarik kembali 47.818 unit SUV premium tersebut karena sistem pembalik jendela otomatis gagal menghentikan jendela saat mendeteksi adanya penghalang. 
 
Perusahaan akan memperbaiki ini dengan melibatkan kalibrasi ulang modul pintu di sisi pengemudi dan penumpang yang tanpa dipungut biaya.
 
Berikutnya, terdapat 30.715 unit Ford Flex, Fiesta, dan Lincoln MKT 2019 yang mengalami sedikit krisis identitas dengan kamera spion mereka. Alih-alih menunjukkan apa yang ada di belakang, beberapa kamera malah memperlihatkan layar hitam atau gambar yang terdistorsi. 
 
Hal ini diperparah oleh Ford dan Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) yang belum menemukan solusinya. Namun tak perlu khawatir, pemilik yang terdampak akan mendapatkan surat setelah mereka menemukan solusinya. 
 
Yang terakhir, terdapat penarikan kembali 20.484 unit Ford Escape 2020-2024 dan Lincoln Corsair 2021-2024, masalahnya terletak pada sel baterai bertegangan tinggi. 
 
Cacat produksi yang potensial bisa menyebabkan korsleting internal, yang berakibat pada kegagalan baterai. Perbaikannya pun melibatkan pembaruan software untuk modul kontrol energi baterai. Dalam beberapa kasus, paket baterai bisa diganti seluruhnya dan tanpa biaya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore