Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Agustus 2024 | 22.35 WIB

Pemilik Mobil Wajib Tahu! 5 Langkah ini Bisa Cegah Gangguan dan Kerusakan pada Sistem Setir Kemudi

Ilustrasi setir mobil bergetar bisa jadi merupakan indikasi kerusakan komponen lainnya. (Car From Japan)

 
 
JawaPos.com - Sistem setir kemudi merupakan salah satu bagian mobil paling penting, karena berfungsi mengendalikan kendaraan agar melaju lancar dan sempurna.
 
Namun, seperti halnya komponen mobil lainnya, sistem setir juga berpotensi timbul masalah yang bisa mengganggu konsentrasi pengemudi dalam berkendara.
 
Dikutip dari Antara, pengemudi perlu memperhatikan lima hal berikut untuk meminimalisir timbulnya masalah pada sistem setir kemudi, baik itu untuk jangka pendek maupun panjang.
 
1. Rutin merawat sistem rem
 
Rem yang aus atau cakram rem yang tidak rata dapat mengakibatkan getaran pada setir sehingga mobil akan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengendara untuk rutin memeriksa kondisi sistem pengereman.
 
Pastikan kampas rem dan cakram rem mobil berada dalam kondisi baik. Jika menemukan ada kerusakan atau gangguan tertentu, segera lakukan penggantian dengan suku cadang yang asli dan berkualitas tinggi.
 
Manfaat merawat sistem rem antara lain dapat memperpanjang umur komponen rem, dan juga memastikan setir komponen tetap stabil dan terasa nyaman saat berkendara.
 
 
2. Cek kondisi komstir
 
Pengendara juga harus rajin memeriksa dan merawat komstir atau steering head karena kemudi mobil bisa terasa oblak jika komstir kendur atau rusak.
 
Komstir yang mengendur masih bisa diperbaiki di bengkel, namun jika kerusakannya parah, maka pengemudi atau pemilik kendaraan harus menggantinya dengan yang baru.
 
3. Periksa dudukan baut setir
 
Periksa dudukan baut setir, apakah sudah terpasang dengan benar atau masih longgar. Sejumlah pengemudi bisa melakukan pengecekan secara mandiri. Namun jika ragu, sebaiknya periksa langsung ke bengkel resmi.
 
Jika ditemukan baut yang longgar, segera kencangkan. Disarankan untuk dilakukan di bengkel agar pemasangannya lebih terjamin.
 
 
4. Lakukan Spooring dan Balancing
 
Spooring dan penyeimbangan merupakan proses penting demi memastikan kestabilan roda mobil dan tidak mempengaruhi stabilitas sistem setir. 
 
Perlu diingat bahwa ketidakseimbangan roda mobil bisa membuat setir mobil bergetar atau terasa longgar, terutama saat melewati jalan yang rusak.
 
Dengan memastikan spooring, pemilik kendaraan akan mengetahui bahwa roda-roda mobil sudah kembali ke posisi yang benar dan seimbang.
 
Sedangkan untuk balancing atau penyeimbangan, bermanfaat untuk membantu mencegah keausan ban yang tidak merata, yang dapat mempengaruhi kestabilan setir. 
 
Untuk saran yang dianjurkan para ahli, lakukan spooring dan balancing setiap mengganti ban atau setiap maksimal 20 ribu km. Namun jika sering melewati jalanan rusak, disarankan untuk melakukannya setiap mendaki 10 ribu km.
 
 
5. Hindari jalan rusak sebisa mungkin
 
Waspadai jalan rusak, karena mengemudi di jalan yang rusak apalagi dengan kecepatan tinggi bisa mengakibatkan kerusakan pada berbagai komponen mobil, termasuk velg dan sistem setir.
 
Antara lain membuat velg bengkok dan roda mobil terasa tidak stabil, yang pada akhirnya mempengaruhi kestabilan sistem kemudi kendaraan.
 
Demi kebaikan jangka panjang mobil, maka sebaiknya hindari melewati jalan rusak. Namun jika kurang memungkinkan, melajulah dengan kecepatan rendah saat melewati jalan rusak dan bergelombang.
 
Imbauan lainnya bagi pengemudi, hindari melakukan manuver yang terlalu tajam atau mengerem secara tiba-tiba, karena bisa memberikan tekanan berlebih pada sistem kemudi mobil dan berbagai komponen lainnya.
 
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore