
Ilustrasi memeriksakan kesehatan mata (Pexels/Ksenia Chernaya)
JawaPos.com - Glaukoma selama ini identik dengan penyakit mata yang diyakini hanya akan menyerang pada orang-orang lanjut usia.
Namun, anggapan tersebut kini mulai bergeser. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus glaukoma pada usia muda, khususnya rentang 20-30 tahun, mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, terutama karena banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka berisiko mengalami gangguan penglihatan permanen akibat penyakit ini.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Hindustan Times, yang mengulas penjelasan dokter spesialis mata mengenai fenomena glaukoma usia muda serta tanda-tanda awal yang sering diabaikan.
Dr. Sandhya ES, Konsultan Oftalmolog, berbagi dengan HT Lifestyle tentang bagaimana glaukoma dini dapat memengaruhi orang dewasa muda dan tanda-tanda apa yang perlu diperhatikan.
“Biasanya, glaukoma menyerang individu setelah usia 40–50 tahun, tetapi dapat terjadi jauh lebih awal, bahkan pada orang dewasa muda,” kata Dr. Sandhya.
Glaukoma dini atau glaukoma juvenil memiliki tanda dan gejala yang mirip dengan glaukoma dewasa.
Namun, Dr. Sandhya menjelaskan, “Glaukoma juvenil dapat lebih mengancam penglihatan karena penyakit ini dimulai sejak dini, yang berarti saraf optik membutuhkan perlindungan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. ”
“Sekitar 10 hingga 33 persen penderita glaukoma sudut terbuka juvenil membawa mutasi pada gen MYOC,” lanjutnya.
“Gen ini menghasilkan protein yang disebut miocilin, dan protein yang rusak dapat merusak sel, mengurangi aliran cairan keluar dari mata, meningkatkan tekanan intraokular, dan memicu gejala glaukoma. ”
Ia kembali menekankan, “Jika glaukoma ada dalam riwayat keluarga, anak-anak tidak boleh menunda pemeriksaan hingga usia yang lebih lanjut.”
Apa Itu Glaukoma dan Mengapa Berbahaya?
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik, yaitu bagian penting yang menghubungkan mata dengan otak.
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh tekanan bola mata yang terlalu tinggi, meskipun dalam beberapa kasus dapat terjadi tanpa peningkatan tekanan yang signifikan.
Masalah utama dari glaukoma adalah sifatnya yang progresif dan sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Itulah sebabnya glaukoma dikenal sebagai “silent thief of sight” atau pencuri penglihatan secara diam-diam.
Jika tidak ditangani dengan cepat, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen, bahkan kebutaan total.
