Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juli 2024 | 16.58 WIB

Kelihatannya Sepele, Tutup Radiator Bisa Rusak dan Bikin Mesin Mobil Jadi Overheat

Tutup radiator. (Daihatsu) - Image

Tutup radiator. (Daihatsu)

JawaPos.com - Kondisi mobil overheat bukan hanya disebabkan radiator mobil yang bermasalah. Bisa juga disebabkan oleh rusaknya tutup radiator mobil. Ya, tutup radiator bisa rusak, kelihatannya sepele, tapi efek yang ditimbulkannya bisa sangat besar.

Jika mobil mengalami overheat dan dipaksa jalan, dampak lanjutannya bisa mengerikan. Berbagai komponen mesin mobil bisa merembet kerusakannya, yang berbahan plastik bisa meleleh, yang berbahan metal bisa melenting karena suhu tinggi.

Oleh karena itu, perlu memahami ciri-ciri tutup radiator rusak, faktor penyebabnya, dan cara mengatasinya. Mengutip laman Suzuki, tutup radiator beda dengan penutup lainnya pada mobil seperti botol reservoir atau tangki bensin.

Pada tutup radiator terdapat beberapa komponen, kecil, tapi rumit. Tutup radiator memiliki beberapa komponen yaitu vacuum valve, relief valve, dan karet tutup radiator. Sebenarnya, fungsi utama dari tutup radiator adalah untuk menjaga tekanan ideal yang berada pada mesin kendaraan. Letaknya tentu saja di mulut radiator (mesin).

Untuk cara kerjanya dengan menyetel sistem pendingin supaya bisa seimbang dan tidak menyebabkan kebocoran air. Jadi, ketika suhu sangat panas, maka tutup akan membuka katupnya, kemudian membuang tekanan ke reservoir radiator.

Begitu juga sebaliknya. Jika tekanan tinggi, maka penutup akan membuka vacuum valve supaya bisa menambah tekanan dan menjaga supaya tetap ideal. Jika ada kerusakan pada karet tutup radiator, maka tutup radiator akan bocor yang menyebabkan air keluar dan air ini akan keluar lewat tutup saat tekanannya sedang tinggi.

Hal ini juga disebabkan temperatur mesin yang naik. Tandanya adalah adanya warna keputihan di daerah sekitar tutup radiator. Sementara jika ada kerusakan yang terjadi di vacuum Valve akan menyebabkan air radiator bisa naik ke reservoir.

Apalagi saat temperatur mesin sedang panas dan akan mengakibatkan air radiator cepat sekali habis. Hal ini juga karena airnya menguap, dan bisa keluar lewat reservoir.

Kemudian, vacuum Valve rusak biasanya diakibatkan oleh penggunaan radiator coolant yang memiliki bahan merusak karet penutup. Selain itu, penggunaan radiator coolant dengan bahan tidak cocok ini juga akan merusak karet yang ada di thermostat mesin mobil.

Sementara kerusakan lainnya yang mungkin terjadi seperti di relief valve bisa cukup banyak, seperti tekanan pegas yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, dan akibat dari keduanya juga berbeda.

Kalau tekanannya terlalu rendah, akan berakibat kerusakan dimana air radiator keluar ke reservoir sebelum tekanan 1.1 bar (sesuai keterangan tutup radiator). Selain itu, ini juga akan mempercepat air radiator terbuang keluar.

Sedangkan pada tekanan relief valve yang terlalu rendah, ini akan sering ditemui karena memang tekanan pegas yang sudah lemah. Kalau tekanan lebih tinggi dibanding tutupnya, ini akan menyebabkan sistem pendingin bermasalah dan merusak komponen lainnya.

Komponen yang akan terpengaruh antara lain adalah selang yang terdapat pada saluran air menjadi bocor. Bisa jadi ini membuat radiator rusak dan menggembung akibat tutupnya terlalu tinggi. Saluran air sebenarnya adalah komponen radiator paling tipis sehingga cukup rentan dengan masalah tekanan.

Bagaimana, sekarang sudah tahu kan kalau tutup radiator memiliki mekanisme yang bisa aus seiring pemakaian. Jika kondisinya sudah tidak baik, bukan tidak mungkin tutup radiator rusak dan menyebabkan mesin jadi overheat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore