Ilustrasi radiator mobil. (Pinterest)
JawaPos.com - Radiator punya peran vital dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang masih menganggap perawatan radiator sebagai hal sepele dan baru memperhatikannya ketika masalah overheat sudah terjadi. Padahal, radiator justru perlu dicek dan dirawat secara rutin agar performa mesin tetap optimal.
Perawatan radiator tidak selalu harus dilakukan di bengkel. Kamu bisa melakukan pengecekan sederhana sendiri, bahkan setiap pagi sebelum mobil digunakan, terutama jika mobil sering dipakai untuk perjalanan jauh atau ke luar kota.
Berikut 7 cara perawatan radiator mobil yang perlu benar-benar kamu perhatikan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Rutin Mengecek Volume Air Radiator
Langkah paling dasar namun sering dilupakan adalah mengecek volume air radiator. Banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa air radiator yang berkurang dapat menurunkan kemampuan sistem pendingin dalam menyerap panas mesin. Akibatnya, suhu mesin akan lebih cepat naik.
Jika volume air radiator terlalu rendah, tekanan dalam sistem pendingin bisa terganggu dan memicu proses vakum yang mengalirkan cairan ke tabung cadangan. Kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan mesin overheat. Karena itu, pastikan volume air radiator selalu berada pada batas indikator yang dianjurkan.
2. Membersihkan atau Menguras Tangki Radiator secara Berkala
Selain mengecek volumenya, kamu juga perlu rutin menguras air radiator. Pengurasan bertujuan mencegah penumpukan kotoran dan korosi di dalam tangki serta saluran radiator. Idealnya, pengurasan dilakukan secara berkala, misalnya setiap beberapa minggu, tergantung intensitas pemakaian mobil.
Dengan radiator yang bersih, komponen berbahan logam akan lebih terlindungi dari karat. Aliran cairan pendingin pun menjadi lebih lancar sehingga radiator dapat bekerja maksimal dalam menjaga suhu mesin.
3. Hindari Mengisi Radiator dengan Air Keran
Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan air keran untuk mengisi radiator. Air keran umumnya mengandung mineral dan zat besi yang cukup tinggi, yang dalam jangka panjang bisa memicu karat pada komponen radiator.
Sebagai gantinya, gunakan air radiator atau cairan pendingin khusus yang memang dirancang untuk sistem pendingin mobil. Jenis cairan ini lebih aman karena tidak menimbulkan endapan maupun korosi yang merusak radiator.
4. Gunakan Radiator Coolant Sesuai
Untuk hasil perawatan yang lebih optimal, kamu disarankan menggunakan radiator coolant sesuai spesifikasi kendaraan. Coolant tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga membantu membersihkan kotoran dan sisa karat yang menempel di dalam sistem radiator.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
