Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 23.53 WIB

Mengenal LFP, Teknologi Baterai EV Tanpa Nikel, Mulai Hadir di Beberapa Model Mobil Listrik ini

Ilustrasi: Baterai kendaraan listrik.

 
JawaPos.com - Nikel vs LFP atau lithium ferro-phosphate jadi dua istilah yang banyak dibicarakan masyarakat Indonesia saat ini. Musabab, debat Cawapres pada Minggu (21/1) menyoal masalah tersebut yang dilontarkan oleh Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dengan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. 
 
Gibran menyebut kalau Cak Imin tidak paham tentang lithium ferro-phosphate atau LFP dalam mobil listrik. Padahal, menurut Gibran, timses pasangan calon nomor 1 kerap berbicara tentang LFP.
 
"Ini agak aneh ya, yang sering ngomongin LFP itu timsesnya tapi cawapresnya nggak paham, LFP itu apa kan aneh, sering bicara LFP LFP lithium ferro-phosphate, Tesla nggak pakai nikel ini kan kebohongan publik mohon maaf, Tesla itu pakai nikel, Pak," kata Gibran dalam Debat Pilpres 2024 di Jakarta, Minggu (21/1).
 
Lalu, memang apa sebenarnya LFP? Lithium ferro-phosphate atau LFP saat ini memang tengah menjadi daya tarik sebagai pilihan bahan baku sel baterai kendaraan listrik. Pasalnya baterai merupakan komponen termahal dari kendaraan listrik sementara nikel, salah satu material baterai EV di beberapa negara sulit di dapat sehingga LFP menjadi alternatifnya.
 
Dilansir dari Reuters, LFP merupakan jenis baterai lithium-ion tanpa nikel yang menggunakan bahan lithium iron phosphate ( LiFePO4) sebagai bahan katoda, dan elektroda karbon grafit dengan lapisan logam sebagai anoda. Baterai LFP dikembangkan pada 1996 oleh kelompok riset Bannister Goodenough di Universitas Texas.
 
 
Baterai ini diklaim mampu beroperasi pada suhu rendah dan tinggi. Keunggulan lainnya dari baterai jenis ini adalah densitas atau daya tahannya yang tidak mudah terbakar dan meledak. 
 
Tesla, Ford, BYD, Wuling, dan produsen mobil besar lainnya telah beralih ke baterai LFP di beberapa model kendaraan listrik mereka. Tesla menggunakan baterai LFP dalam model Model 3 Standard Range Plus dan Model Y Standard Range.
 
Sementara itu, mengutip Super-B, baterai litium besi fosfat, LiFePO4 atau LFP menawarkan banyak keunggulan dibandingkan baterai timbal-asam dan baterai litium lainnya. Masa pakai yang lebih lama, tanpa perawatan, sangat aman, ringan, peningkatan efisiensi pengosongan dan pengisian daya, hanyalah beberapa di antaranya. 
 
Baterai LiFePO4 bukanlah yang termurah di pasaran, namun karena umurnya yang panjang dan tidak ada perawatan. Baterai jenis ini diyakini merupakan investasi terbaik yang dapat dilakukan pembuat kendaraan listrik seiring berjalannya waktu.
 
 
Baterai litium besi fosfat juga dikatakan tidak menunjukkan efek memori dan karena self-discharge yang rendah (<3% per bulan), pengguna dapat menyimpannya untuk jangka waktu yang lebih lama. Berbeda dengan baterai timbal-asam memerlukan perawatan khusus. Jika tidak, masa hidup mereka akan semakin berkurang.
 
Sementara menurut laman MascenLab, litium besi fosfat, anggota keluarga mineral olivin, adalah senyawa kristal anorganik dengan sifat luar biasa yang menjadikannya pilihan utama untuk berbagai aplikasi penyimpanan energi stasioner. Ini terdiri dari litium (Li), besi (Fe), fosfor (P), dan oksigen (O). 
 
Material jenis ini dikenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam menahan siklus pengisian dan pengosongan dalam jumlah besar, sehingga ideal untuk aplikasi yang mengutamakan umur panjang.
 
Selain kendaraan listrik, aplikasi LFP juga terbilang luas. Beberapa perangkat elektronik portabel, seperti power bank dan senter isi ulang, juga menggunakan baterai LFP. Baterai LFP juga digunakan di menara seluler dan stasiun pangkalan untuk memastikan cadangan daya yang andal di lokasi terpencil.
 
Mereka juga digunakan dalam aplikasi luar angkasa tertentu karena kemampuannya untuk beroperasi pada rentang suhu yang luas dan karakteristik keselamatannya. Itu tadi, lebih kuat dan nggak gampang terbakar lalu meledak.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore