alexametrics

Performa Loyo, Meizu Tutup Toko dan PHK Karyawan di Tiongkok

30 Juli 2019, 20:31:47 WIB

JawaPos.com – Persaingan produsen smartphone semakin keras. Kondisi siapa yang menang dan kalah pun tampaknya kian terlihat. Tawaran inovasi, desain, dan harga saja nyatanya tak cukup mampu membuat sang vendor bertahan. Meizu misalnya.

Meizu di Tiongkok yang menjadi rumah para produsen smartphone murah harus menelan pil pahit bahwa bisnisnya tak lagi perform. Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Gizmochina, Selasa (30/7), Meizu terpaksa memecat karyawan dan menutup sejumlah tokonya lantaran performa bisnisnya ‘loyo’.

Sesuai laporan yang mengutip karyawan perusahaan, Meizu melakukan putaran PHK baru dan departemen yang sangat terpukul adalah pemasaran. Laporan itu, mengutip orang dalam Meizu, mengatakan bahwa perusahaan telah memberhentikan lebih dari 30 persen dari tenaga kerjanya tahun ini juga sejauh ini. Sekarang yang tersisa hanya sekitar seribu karyawan saja. Meizu juga telah mengonfirmasi bahwa insinyur sistem terkenal Hong Hansheng telah meninggalkan perusahaan.

Ilustrasi: Gerai penjualan smartphone Meizu di Tiongkok. (Gizchina)

Di sisi lain, Meizu yang menggembar-gemborkan dirinya sebagai pesaing Huawei dan berfokus pada posisinya memperluas kehadiran offline-nya, tampaknya justru mundur. Perusahaan yang memiliki lebih dari 2.700 toko offline pada puncaknya 2016, sekarang hanya memiliki 5 atau 6 toko di satu provinsi.

Seperti yang baru-baru ini dilaporkan Li Nan, salah satu pendiri dan Wakil Presiden Meizu. Pihaknya mengundurkan diri dari perusahaan awal bulan ini. Dalam memo yang dibagikan secara publik, dia mengaku mulai meninggalkan tanggung jawabnya di perusahaan setelah peluncuran Meizu 16. Dia memang mengakui bahwa perusahaan sedang menghadapi tantangan tetapi percaya hal-hal akan menjadi lebih baik seiring waktu.

Sementara Li Nan belum menentukan apa langkah selanjutnya, dia mengaku masih fokus pada pasar konsumen dan mengembangkan merek-merek baru. Dia pun berterima kasih kepada rekan kerja, investor, dan pemegang sahamnya.

Kini, Li Nan tengah memimpin merek Blue Charm sementara Bai Yongxiang menjadi CEO merek Meizu unggulan. Huang Zhang memimpin untuk desain produk. Hong Hansheng memimpin pengembangan Flyme OS yang merupakan bikinan Meizu. Meski semuanya terlihat baik, perusahaan tidak dapat bersaing dengan OEM teratas dalam hal penjualan.

Sebagai informasi, Meizu didirikan oleh Li Nan bersama Bai Yongxiang yang merupakan CEO saat ini, dan Huang Zhang (Jack Wong). Awalnya, perusahaan ini merupakan produsen pemutar MP3 sebelum beralih ke ponsel pada 2008. Sementara portofolio perusahaan sekarang beragam, smartphone tetap menjadi sumber pendapatan utama Meizu.

Huawei Ambil Alih Toko Meizu

Sementara Meizu tengah berjuang mempertahankan dirinya agar tetap survive di bisnis smartphone, pabrikan Tiongkok lain, Huawei, justru ambil kesempatan. Huawei mengambil alih toko terbesar Meizu di kota komersial Tiony, Shenzhen.

Toko ini berada di lantai pertama Kota Alat Listrik Wanshang, Huaqiang North Road, Shenzhen. Meizu mengundurkan diri dari toko tersebut beberapa bulan yang lalu dan sekarang diambil alih Huawei. Menurut laporan itu, staf di toko Huawei semuanya adalah mantan pegawai Meizu.

Menurut jubir toko tersebut, Meizu tidak mendapat keuntungan dalam dua tahun belakangan. Sebelum menutup toko, penjualan bulanan ponsel hanya lebih dari 100 unit. Selain itu, laba kotor rata-rata hanya USD 15 hingga USD 30 atau setara dengan Rp 211 ribu hingga Rp 422 ribu saja. Sementara mereka mesti menanggung beban sewa toko mencapai USD 21.789 atau setara dengan Rp 306 juta per bulan.

Seperti sudah disinggung di atas, tahun ini saja, PHK Meizu melebihi 30 persen. Mantan karyawan Meizu, Chen Feng mengatakan bahwa Meizu memiliki setidaknya seratus toko offline di provinsi. “Pada puncak 2016, Meizu memiliki 2.700 toko, yang relatif kuat. Saat itu, kami semua menganggap Huawei sebagai pesaing. Namun, setelah penurunan tajam, saat ini hanya ada lima atau enam toko di suatu provinsi,” ujarnya seperti dilansir dari laman Gizchina.

Pada Agustus tahun lalu, Yu Chengdong dari Huawei pernah berkata bahwa beberapa pemain Tiongkok akan menghilang dalam beberapa tahun ke depan. “Saya awalnya meramalkan bahwa pasar smartphone hanya akan memiliki 3-4 pemain di masa depan. Sekarang saya berani memprediksi bahwa hanya akan ada 2-3 di pasar ponsel pintar global di masa depan,” katanya.

Meizu sendiri juga hadir di pasar smartphone Indonesia. Kehadiran Meizu di Indonesia dengan smartphonenya memang tak rutin. Namun begitu, Meizu terbilang berani dengan menghadirkan beberapa smartphone. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Meizu Indonesia terkait kondisi mereka di pasar Tiongkok.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Close Ads