Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 04.11 WIB

Jensen Huang: Nvidia Kini Nol Persen di Tiongkok, Kebijakan Ekspor AS Salah Arah dalam Perebutan Dominasi AI Global

Jensen Huang menilai kebijakan ekspor AS salah arah setelah Nvidia kehilangan seluruh pangsa pasar di Tiongkok (Tom's Hardware) - Image

Jensen Huang menilai kebijakan ekspor AS salah arah setelah Nvidia kehilangan seluruh pangsa pasar di Tiongkok (Tom's Hardware)

JawaPos.com - Kebijakan pembatasan ekspor teknologi oleh Amerika Serikat mulai menunjukkan dampak nyata dalam persaingan kecerdasan buatan global. Chief Executive Officer (CEO) Jensen Huang menyatakan Nvidia kini kehilangan seluruh pangsa pasarnya di Tiongkok, pasar yang sebelumnya menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan perusahaan.

Pernyataan tersebut merupakan sinyal perubahan struktural dalam perebutan dominasi AI global. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar Tiongkok menjadi salah satu motor pertumbuhan utama Nvidia, sebelum akhirnya akses tersebut tergerus oleh kebijakan geopolitik yang semakin ketat.

Dilansir dari Tom's Hardware, Senin (4/5/2026), dalam wawancara bersama Special Competitive Studies Project, Huang mengakui dampak langsung kebijakan tersebut terhadap bisnis Nvidia di Tiongkok. "Di Tiongkok, kami kini telah turun ke nol," ujarnya. 

Huang menilai kebijakan tersebut tidak tepat secara strategis. "Menyerahkan seluruh pasar sebesar Tiongkok kemungkinan besar tidak masuk akal secara strategis, sehingga saya pikir kebijakan ini sebagian besar telah berbalik arah," ujarnya. "Mungkin masuk akal pada saat itu, tetapi kebijakan seperti ini harusnya lebih dinamis dan mengikuti perkembangan zaman."

Selain itu, pimpinan Nvidia tersebut menekankan bahwa keterlibatan perusahaan teknologi Amerika Serikat di pasar global, termasuk Tiongkok, memiliki nilai strategis jangka panjang. "Saya pikir cukup aman untuk mengatakan bahwa keberadaan perusahaan cip Amerika dan perusahaan lainnya di Tiongkok masuk akal," ujarnya.

Sementara itu, lembaga riset Bernstein sebelumnya memperkirakan pangsa Nvidia di pasar unit pemrosesan grafis AI di Tiongkok akan merosot dari 66 persen pada 2024 menjadi sekitar 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Penurunan ini tidak hanya dipicu oleh pembatasan ekspor, tetapi juga oleh percepatan kemampuan produsen domestik yang diproyeksikan mampu memenuhi hingga 80 persen kebutuhan pasar.

Dalam konteks yang lebih luas, Huang mengingatkan bahwa keunggulan teknologi tidak semata ditentukan oleh akses terhadap perangkat keras mutakhir. "Perusahaan Amerika menang di seluruh dunia," ujarnya. "Namun, Tiongkok memiliki energi yang lebih murah, talenta luar biasa, serta jumlah ahli sains dan matematika yang sangat besar. Jumlah peneliti AI di Tiongkok merupakan salah satu aset nasional mereka."

Pernyataan tersebut menyoroti dimensi kompetisi yang lebih kompleks, di mana sumber daya manusia dan infrastruktur menjadi faktor penentu. Dengan kata lain, pembatasan akses teknologi belum tentu menghambat laju inovasi, melainkan dapat mendorong percepatan kemandirian teknologi.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei, Cambricon, Moore Threads, dan MetaX terus memperkuat kapasitas mereka, baik dalam pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak. Meski demikian, Huang menilai keunggulan AS masih bertahan pada ekosistem perangkat lunak, khususnya CUDA, yang belum sepenuhnya dapat disaingi.

Di sisi lain, Huang juga memperingatkan bahwa pendekatan berbasis pembatasan dapat memperlambat adopsi AI secara global. Dia menegaskan bahwa kepemimpinan jangka panjang tidak ditentukan oleh kemampuan menahan pesaing, melainkan oleh kapasitas membangun ekosistem teknologi yang unggul dan tersebar luas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore