Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Desember 2022 | 18.54 WIB

Ekonomi Lesu dan Isu Resesi, Tesla Ancang-ancang PHK Karyawan

ceo tesla elon musk - Image

ceo tesla elon musk

JawaPos.com - Tesla dilaporkan tengah merencanakan lebih banyak PHK dan pembekuan perekrutan lainnya. Menurut sumber yang dikutip dari Electrek, perusahaan telah menghentikan perekrutan untuk saat ini dan tim perlu memberhentikan beberapa orang lainnya di kuartal pertama tahun 2023.

Sejauh mana PHK dan pembekuan perekrutan belum jelas. Namun demikian, Tesla dikabarkan masih berusaha meningkatkan jumlah karyawan di pabrik manufakturnya.

Laporan tersebut juga menyebut terkait rencana untuk membangun Gigafactory lain di Meksiko dalam beberapa waktu mendatang. Tesla tidak memiliki departemen komunikasi yang dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

CEO Tesla, Elon Musk mengatakan pada bulan Juni lalu bahwa Tesla akan melihat pengurangan bersih 3,5 persen dalam jumlah karyawan selama beberapa bulan berikutnya. Putaran PHK sekitar waktu itu dilaporkan berfokus pada karyawan bergaji tetap termasuk ratusan pekerja dari tim pengembangan autopilot mereka.

Meskipun Tesla mencatat rekor jumlah kendaraan listriknya pada kuartal terakhir, harga saham perusahaan anjlok sekitar 65 persen tahun ini dan 22 persen bulan ini saja. Faktor lainnya yang kabarnya juga menyebabkan kelesuan di Tesla adalah kenaikan suku bunga di The Fed.

Seperti bisnis lainnya, Tesla telah menghadapi perlambatan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Namun untuk Tesla, seperti sudah diberitakan sebelumnya, perusahaan pembuat mobil listrik ini masih harus struggle dengan isu lainnya yakni pengambil alihan Twitter yang berlarut-larut oleh Elon Musk dan berbagai kabar tak enak lainnya dari Twitter.

Beberapa investor Tesla sebelumnya kerap mengutarakan keresahannya terkait akuisisi Twitter oleh Elon Musk. Mereka khawatir Elon Musk disibukkan oleh Twitter dan menarik perhatiannya lebih jauh dari Tesla dan membuat para investor menjual saham mereka.

Kemudian, ada kabar juga yang berembus kalau permintaan kendaraan Tesla terus mengalami penurunan. Beberapa orang bahkan ada yang memutuskan membatalkan pesanan dan sewa di tengah pemerintahan Elon Musk di Twitter.

Sebagai catatan Electrek, Tesla bahkan telah mengambil langkah langka dengan menawarkan diskon pada EV-nya di beberapa pasar. Dari sini tampaknya cukup menggambarkan kondisi Tesla saat ini.

Sebagai informasi juga, setahun terakhir, banyak perusahaan teknologi dan otomotif lainnya telah melakukan PHK massal dan atau membekukan atau memperlambat perekrutan tahun ini karena penurunan pasar yang lebih luas dan kekhawatiran akan resesi di tahun depan. Beberapa diantaranya adalah Rivian, Stellantis, Meta, Apple dan Amazon.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore