Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Juli 2021 | 18.33 WIB

Ericsson Prediksi Pelanggan 5G Tembus Hampir 600 Juta Akhir 2021

Ilustrasi: Infrastruktur 5G. (ZDNet). - Image

Ilustrasi: Infrastruktur 5G. (ZDNet).

JawaPos.com - Ericsson (NASDAQ: ERIC) memperkirakan jumlah pelanggan seluler 5G akan melebihi 580 juta pada akhir 2021. Prediksi angka ini didorong oleh sekitar satu juta pelanggan seluler 5G baru setiap hari.

Perkiraan ini dimuat dalam Ericsson Mobility Report edisi ke-20. Salah satu perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi dan ekosistem penunjangnya itu, memperkirakan bahwa 5G akan menjadi generasi seluler yang diadopsi paling cepat.

Selain itu, pada akhir 2026 nanti, Ericsson yang bermarkas di Swedia itu menyebut jumlah pelanggan 5G diperkirakan akan mencapai sekitar 3,5 miliar dan cakupan populasi 5G akan mencapai 60 persen.

Country Head Ericsson Indonesia, Jerry Soper, mengatakan kecepatan adopsi sangat bervariasi berdasarkan wilayah. Dia menyebut Eropa memulai lebih lambat dan terus tertinggal jauh di belakang pasar Tiongkok, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, Jepang, dan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council, GCC) dalam hal kecepatan penerapan 5G.

"Jumlah pelanggan 5G diharapkan akan melampaui satu miliar, dua tahun lebih cepat dibandingkan 4G LTE untuk pencapaian yang sama," ujar Soper melalui jumpa pers daring belum lama ini.

Dia melanjutkan, faktor utama di balik hal ini adalah komitmen awal Tiongkok terkait 5G dan kenyataan bahwa peralatan 5G komersial tersedia lebih awal dan semakin terjangkau. Ini juga mengacu pada data yang melaporkan lebih dari 300 model smartphone 5G telah diumumkan atau diluncurkan secara komersial.

"Momentum 5G komersial ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang, didorong oleh peningkatan peran konektivitas sebagai komponen utama pemulihan ekonomi pasca -Covid-19," lanjut Soper.

Untuk cakupan wilayah, Asia Timur Laut diperkirakan akan memiliki jumlah langganan 5G terbesar pada 2026, dengan sekitar 1,4 miliar langganan 5G. Sementara itu, tingkat penetrasi langganan 5G di Amerika Utara dan GCC diperkirakan akan mencapai angka tertinggi, dengan pelanggan seluler 5G masing-masing menyumbang 84 persen dan 73 persen dari total angka langganan wilayah.

Jumlah mobile subscription di kawasan Asia Tenggara dan Oseania kini telah melampaui 1,1 miliar, dengan jumlah langganan 5G hanya berada di bawah angka dua juta. Langganan 5G diperkirakan akan tumbuh kuat selama beberapa tahun ke depan dengan perkiraan total sekitar 400 juta pada tahun 2026.

Wilayah Asia Tenggara dan Oseania akan mengalami trafik data per smartphone tumbuh pada tingkat tercepat secara global, 39 GB per bulan pada tahun 2026 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun Compound Annual Growth Rate (CAGR) 36 persen.

Seiring dengan itu, total trafik data seluler pun akan mengalami pertumbuhan, dengan CAGR 42 persen, mencapai 39 EB per bulan yang didorong oleh pertumbuhan langganan 4G dan penerapan 5G di berbagai pasar di mana teknologi generasi kelima telah diluncurkan.

Baca juga: Relaunch Galaxy S20 FE di Indonesia, Samsung Rilis Varian Snapdragon

Pandemi jiga dikatakan telah menyebabkan lonjakan permintaan untuk koneksi lebih cepat, karena kini kita sangat bergantung pada internet dalam memenuhi kebutuhan pribadi dan bisnis dari jarak jauh. Saat ini, fixed dan mobile broadband berkualitas tinggi menjadi infrastruktur nasional yang penting.

"Untuk mengatasi pertumbuhan data yang cepat dan mengurangi biaya per GB, kita memerlukan teknologi yang lebih baik dan transisi ke teknologi 5G dengan mudah dan lancar. Teknologi 5G yang cepat, andal, dan responsif, akan membuka peluang transformatif baru termasuk bagi Indonesia yang sudah memulai 5G," tandas Soper.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore