Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Januari 2023 | 23.10 WIB

Huawei Semringah, Klaim Sukses Atasi Berbagai Upaya Penjegalan AS

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Huawei diketahui menghadapi perjuangan berat saat Amerika Serikat (AS) melakukan sanksi pembatasan kepada mereka. Konflik yang bermuara jadi perang dagang AS-Tiongkok ini diawali oleh isu yang menuduh Huawei merupakan perpanjangan tangan spionase Tiongkok.

Sebelum larangan AS diberlakukan, Huawei cukup matang untuk menjadi merek ponsel terbesar di dunia. Sekarang, setelah melewati perjalanan panjang, ada laporan yang menyebut kalau Huawei telah melewati rangkaian upaya penjegalan AS tersebut.

Huawei kemarin mengumumkan perkiraan penjualan terbarunya selama beberapa bulan terakhir. Menurut pernyataannya sendiri, perusahaan berasumsi bahwa penjualan akan berada di atas level tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, ketua grup tersebut mengatakan bahwa penurunan pendapatan yang terus berlanjut sejak sanksi AS diberlakukan, telah berhasil dihentikan. Embargo AS juga dikatakan telah menjadi "normal baru" untuk Huawei dan mereka melewatinya seperti biasa saja.

Dilansir dari Winfuture, CEO Huawei Eric Xu memberikan catatan positif dalam sebuah surat kepada karyawan, yang juga tersedia untuk media. Namun, Xu tidak mengatakan apapun tentang keuntungan Huawei.

Jadi, tidak jelas apakah akan untung atau rugi. Mungkin baru akan jelas dalam beberapa bulan karena Huawei tidak akan mempublikasikan angka bisnisnya sepanjang tahun 2022 hingga musim semi 2023.

Seperti sudah disinggung di atas juga, Huawei telah mengalami penurunan penjualan yang sangat besar sejak sanksi AS diberlakukan. Larangan tersebut melarang perusahaan Amerika memasok perusahaan Tiongkok dengan produk yang dikembangkan atau diproduksi menggunakan teknologi AS.

Karena hal ini, jelas performa penjualan Huawei tidak lagi pada level yang sama seperti sebelum embargo AS dimulai. Sementara itu, bagaimanapun, Huawei telah berkali-kali mengubah area bisnisnya.

Perusahaan kini memiliki mitra baru dan, antara lain, juga semakin memonetisasi portofolio patennya. Contohnya adalah Huawei tidak dapat lagi menjual ponsel berkemampuan 5G dengan mereknya sendiri.

Tetapi perusahaan tersebut sekarang bertindak sebagai pemberi lisensi untuk desain perangkat keras, seperti yang baru-baru ini terlihat pada contoh mantan merek Prancis bernama Wiko melalui handset Wiko 5G, ponsel Huawei Nova 9 SE yang diganti namanya mendukung 5G dan tersedia di Tiongkok.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore