Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2026 | 01.23 WIB

Gaikinto Tak Ubah Target: Optimistis 850 Mobil Terjual pada 2026

Pameran otomotif GJAW 2025 dibuka dengan 80 merek kendaraan dan program menarik di ICE BSD, Tangerang Selatan. GJAW yang dihelat akhir tahun menjadi harapan besar bagi Gaikindo untuk menembus target penjualan 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Target penjualan mobil nasional sebanyak 850.000 unit pada 2026 masih terbuka. Namun, kemampuan beli masyarakat menjadi salah satu faktor penentu pencapaiannya.

Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto optimistis penjualan mobil tahun ini dapat mencapai target, bahkan berpeluang melampauinya.

“Masih optimis, bahkan mungkin bisa lebih dari 850.000 unit,” kata Jongkie.

Berdasarkan data Gaikindo dalam bahan liputan, penjualan grosir atau wholesales mencapai 679.020 unit sepanjang Januari–September 2026. Untuk mencapai target 850.000 unit, industri membutuhkan tambahan penjualan sebanyak 170.980 unit selama Oktober hingga Desember.

Artinya, rata-rata penjualan yang dibutuhkan sekitar 57.000 unit per bulan pada tiga bulan terakhir tahun ini.

Jongkie memperkirakan penjualan bulanan dapat mencapai 75.000 unit. Jika angka tersebut terealisasi selama Oktober hingga Desember, tambahan penjualan akan mencapai 225.000 unit dan total tahunan berpotensi menembus 900.000 unit.

Dua agenda otomotif yang diharapkan mendorong transaksi adalah Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar pada 28 Oktober–1 November dan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) pada 20–29 November 2026.

“Kita harus optimis, media juga harus optimis dong, tetapi tetap realistis,” ujar Jongkie.

Pameran otomotif dapat menjadi kesempatan bagi produsen dan diler menawarkan program penjualan kepada calon pembeli. Namun, dampaknya terhadap penjualan nasional bergantung pada respons konsumen, besarnya transaksi, serta realisasi pengiriman kendaraan.

Di luar agenda pameran, industri masih menghadapi persoalan keterjangkauan harga. Harga mobil baru disebut mengalami kenaikan sekitar 7–7,5 persen per tahun, sedangkan pertumbuhan pendapatan masyarakat sekitar 3 persen.

Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu menilai target penjualan satu juta unit per tahun masih sulit dicapai dalam jangka pendek apabila hanya mengandalkan pertumbuhan permintaan secara alami.

“Target satu juta unit per tahun masih cukup berat dicapai dalam jangka pendek, terutama kalau hanya mengandalkan pertumbuhan permintaan secara alami,” ujar Yannes kepada JawaPos.com.

Menurut dia, tekanan terhadap kelas menengah membuat sebagian konsumen menunda pembelian atau beralih ke kendaraan yang lebih murah. Karena itu, peningkatan penjualan perlu didukung ketersediaan produk yang sesuai dengan kemampuan finansial masyarakat.

Yannes juga menilai insentif pajak dapat membantu mempercepat keputusan pembelian, tetapi dampaknya akan terbatas jika persoalan daya beli tidak ditangani.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore