
Mukesh Ambani menanggapi tudingan Elon Musk terkait hambatan peluncuran Starlink di India dan menegaskan Jio juga masih menunggu izin pemerintah (Reuters)
JawaPos.com - Reliance Industries milik miliarder India Mukesh Ambani akhirnya menanggapi tudingan Elon Musk bahwa kepentingan bisnisnya menghambat peluncuran Starlink di India. Pada Jumat (16/10), perusahaan itu menegaskan terbuka terhadap persaingan dan menyatakan layanan internet satelit Jio juga masih menunggu izin pemerintah.
Pernyataan itu menjadi tanggapan pertama Reliance atas tudingan Musk, yang disampaikan menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) Jio Platforms, unit digital Reliance, dengan target valuasi USD 108 miliar atau sekitar Rp1.951,5 triliun, berdasarkan kurs Rp18.060 per dolar AS.
Reliance menyampaikan sikapnya tanpa menyebut nama Musk secara langsung. Perusahaan itu menyatakan ingin meluruskan berbagai pernyataan mengenai Reliance dan pasar India.
"Di Reliance, kami tidak pernah takut terhadap persaingan," demikian penegasan perusahaan tersebut seperti dikutip Reuters, Senin (19/10/2026). Reliance juga menekankan bahwa investasi dan inovasi, baik dari dalam maupun luar negeri, diterima di India selama pelaku usaha mematuhi hukum dan kebijakan yang berlaku.
Perselisihan ini berakar pada upaya Starlink, perusahaan internet satelit milik SpaceX yang dipimpin Musk, memasuki pasar dengan lebih dari satu miliar pengguna internet. Musk berulang kali menuduh pemerintah India dan Ambani memperlambat proses masuknya Starlink. India sendiri membantah adanya perlakuan diskriminatif dalam proses persetujuan.
Sebelumnya, Musk bahkan mempertanyakan apakah Ambani merupakan "bos India yang sebenarnya" dan menyindirnya dengan sebutan "Perdana Menteri Ambani" melalui platform X.
Di sisi lain, Reliance menempatkan persoalan tersebut sebagai proses perizinan yang berlaku bagi seluruh perusahaan. Jio, operator telekomunikasi yang berada di bawah grup Reliance, memiliki lebih dari 530 juta pelanggan dan menjadi pesaing potensial Starlink.
Besarnya basis pelanggan itu membuat persaingan internet satelit bukan sekadar perebutan teknologi baru, melainkan juga pertarungan untuk memperluas jangkauan layanan di salah satu pasar digital terbesar dunia.
Menanggapi pernyataan Reliance, Starlink menyebut persiapannya untuk beroperasi di India telah berlangsung selama lebih dari lima tahun. Perusahaan itu mengatakan telah bekerja sama dengan regulator dan pelaku industri serta membangun sistem khusus, gerbang komunikasi darat (gateway), dan infrastruktur lain di negara tersebut dengan persetujuan pemerintah yang diperlukan. Starlink kemudian menegaskan melalui X, "Starlink siap menghubungkan India dengan internet berkecepatan tinggi."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022