Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 07.07 WIB

Mukesh Ambani Buka Suara atas Tuduhan Elon Musk soal Peluncuran Starlink di India

Mukesh Ambani menanggapi tudingan Elon Musk terkait hambatan peluncuran Starlink di India dan menegaskan Jio juga masih menunggu izin pemerintah (Reuters) - Image

Mukesh Ambani menanggapi tudingan Elon Musk terkait hambatan peluncuran Starlink di India dan menegaskan Jio juga masih menunggu izin pemerintah (Reuters)

JawaPos.com - Reliance Industries milik miliarder India Mukesh Ambani akhirnya menanggapi tudingan Elon Musk bahwa kepentingan bisnisnya menghambat peluncuran Starlink di India. Pada Jumat (16/10), perusahaan itu menegaskan terbuka terhadap persaingan dan menyatakan layanan internet satelit Jio juga masih menunggu izin pemerintah.

Pernyataan itu menjadi tanggapan pertama Reliance atas tudingan Musk, yang disampaikan menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) Jio Platforms, unit digital Reliance, dengan target valuasi USD 108 miliar atau sekitar Rp1.951,5 triliun, berdasarkan kurs Rp18.060 per dolar AS.

Reliance menyampaikan sikapnya tanpa menyebut nama Musk secara langsung. Perusahaan itu menyatakan ingin meluruskan berbagai pernyataan mengenai Reliance dan pasar India.

"Di Reliance, kami tidak pernah takut terhadap persaingan," demikian penegasan perusahaan tersebut seperti dikutip Reuters, Senin (19/10/2026). Reliance juga menekankan bahwa investasi dan inovasi, baik dari dalam maupun luar negeri, diterima di India selama pelaku usaha mematuhi hukum dan kebijakan yang berlaku.

Perselisihan ini berakar pada upaya Starlink, perusahaan internet satelit milik SpaceX yang dipimpin Musk, memasuki pasar dengan lebih dari satu miliar pengguna internet. Musk berulang kali menuduh pemerintah India dan Ambani memperlambat proses masuknya Starlink. India sendiri membantah adanya perlakuan diskriminatif dalam proses persetujuan.

Sebelumnya, Musk bahkan mempertanyakan apakah Ambani merupakan "bos India yang sebenarnya" dan menyindirnya dengan sebutan "Perdana Menteri Ambani" melalui platform X.

Di sisi lain, Reliance menempatkan persoalan tersebut sebagai proses perizinan yang berlaku bagi seluruh perusahaan. Jio, operator telekomunikasi yang berada di bawah grup Reliance, memiliki lebih dari 530 juta pelanggan dan menjadi pesaing potensial Starlink.

Besarnya basis pelanggan itu membuat persaingan internet satelit bukan sekadar perebutan teknologi baru, melainkan juga pertarungan untuk memperluas jangkauan layanan di salah satu pasar digital terbesar dunia.

Menanggapi pernyataan Reliance, Starlink menyebut persiapannya untuk beroperasi di India telah berlangsung selama lebih dari lima tahun. Perusahaan itu mengatakan telah bekerja sama dengan regulator dan pelaku industri serta membangun sistem khusus, gerbang komunikasi darat (gateway), dan infrastruktur lain di negara tersebut dengan persetujuan pemerintah yang diperlukan. Starlink kemudian menegaskan melalui X, "Starlink siap menghubungkan India dengan internet berkecepatan tinggi."

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore