
SpaceX founder Elon Musk speaks about Starlink’s planned expansion into India / Foto: (CNBC)
JawaPos.com — Elon Musk menuding kepentingan bisnis kelompok elite di India menghambat peluncuran Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, demi mempertahankan dominasi pasar. Perseteruan ini menyoroti persaingan antara perusahaan teknologi global dan konglomerasi telekomunikasi lokal untuk menguasai pasar internet di salah satu negara dengan jumlah pengguna terbesar di dunia.
Dilansir dari Forbes, Jumat (9/10/2026), Musk melontarkan tudingan itu melalui platform X pada Rabu (7/10). Meski tidak menyebut nama perusahaan atau pengusaha tertentu dalam pernyataan awalnya, kritik tersebut mengarah pada persaingan dengan Reliance Jio milik Mukesh Ambani dan Bharti Airtel yang dipimpin Sunil Mittal. Keduanya menguasai lebih dari 80 persen pasar telekomunikasi dan internet India.
“Kami dihambat oleh oligarki tertentu demi mempertahankan cengkeraman monopoli mereka atas rakyat India. Anda bisa menebak siapa mereka,” tulis Musk. Dia menyebut dugaan penghambatan itu sebagai “kejahatan terhadap rakyat India”. Namun, Musk tidak menyertakan bukti yang menunjukkan bahwa kedua pengusaha tersebut secara langsung menghalangi izin operasional Starlink.
Musk juga menempatkan akses internet sebagai alasan penting di balik ekspansi perusahaannya. Dalam unggahan terpisah, dia menyatakan Starlink akan “memungkinkan konektivitas internet berkecepatan tinggi dan terjangkau bagi mereka yang tidak mampu membayar harga saat ini”. Pernyataan itu sekaligus memperkuat argumennya bahwa kehadiran Starlink dapat memperluas akses internet bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan dengan harga terjangkau.
Namun, tudingan Musk tersebut dibantah oleh pemerintah India, yang menegaskan bahwa proses perizinan tidak dirancang untuk menghambat Starlink. Dalam pernyataan pada Kamis (8/10), Kementerian Komunikasi menyebut anggapan bahwa kerangka regulasi India tidak adil atau diskriminatif sebagai “tidak berdasar dan keliru”. Pemerintah menjelaskan bahwa tiga penyedia layanan komunikasi satelit telah memperoleh lisensi, tetapi seluruhnya tetap diwajibkan memenuhi persyaratan keamanan sebelum dapat beroperasi.
Menurut pemerintah, pemeriksaan keamanan terhadap ketiga pemegang lisensi masih berlangsung. Setelah tahapan tersebut selesai, masing-masing perusahaan dapat mengajukan penetapan spektrum, yakni alokasi frekuensi radio yang diperlukan untuk mengoperasikan layanan satelit. Pemerintah menegaskan ketiganya berada pada tahap regulasi yang secara umum setara.
Starlink sendiri telah menjalin kesepakatan dengan Jio dan Airtel pada tahun lalu untuk mendistribusikan layanan internetnya di India. Namun, layanan komersialnya belum beroperasi. Reuters melaporkan pada Kamis bahwa proses masuk Starlink telah tertunda selama sekitar empat tahun akibat pemeriksaan keamanan dan persoalan akses spektrum. SpaceX sebelumnya juga berselisih dengan operator lokal mengenai mekanisme pembagian spektrum, sebelum para pihak mencapai kesepakatan pada 2025.
Di sisi lain, Reliance Jio dan Airtel juga mengembangkan bisnis internet satelit di India. Pada Juni, Jio Platforms, bagian dari grup Reliance milik Mukesh Ambani, mengumumkan rencana menghadirkan layanan komunikasi satelit orbit rendah melalui kerja sama dengan penyedia konstelasi satelit global. Akash Ambani, putra Mukesh Ambani, menyampaikan rencana tersebut kepada para pemegang saham sebagai upaya mempercepat penyediaan konektivitas satelit di India.
Sementara itu, Wakil Presiden Operasi Bisnis Starlink, Lauren Dreyer, mengatakan perusahaan telah lama berupaya memperluas akses internet di India. Berbicara dalam India Mobile Congress pada Rabu, dia menegaskan Starlink telah “bekerja selama bertahun-tahun untuk membantu mengatasi kesenjangan digital”. Dia juga menyebut perusahaan memiliki kerja sama dengan Airtel dan Reliance Jio.
Persoalan ini memperlihatkan tantangan ekspansi perusahaan teknologi global ketika harus berhadapan dengan kepentingan bisnis domestik sekaligus regulasi keamanan nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022