
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (tengah) mengecek kesiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa penerapan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) harus berorientasi pada kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan pemerintah. Pelaksanaan uji coba di Bali menjadi salah satu tahapan untuk menilai efektivitas sistem sebelum diterapkan lebih luas di wilayah lain.
“Kami melihat langsung uji coba digitalisasi perlindungan sosial di Bali. Kami ingin memastikan teknologi yang dibangun pemerintah benar-benar memudahkan masyarakat,” kata Meutya saat meninjau pelaksanaan digitalisasi Perlinsos di Bali, dikutip Minggu (11/10).
Berdasarkan data hingga pekan pertama Oktober 2026, tercatat 652.858 keluarga di Bali telah melakukan pendaftaran melalui Portal Perlinsos. Jumlah tersebut setara dengan 50,52 persen dari total keluarga di provinsi tersebut.
Meutya menilai tingkat pendaftaran itu dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan perlindungan sosial secara digital. Data tersebut juga akan digunakan sebagai bahan penilaian untuk memperbaiki pelaksanaan program sebelum diperluas secara nasional.
Selain meninjau penerapan sistem, Meutya memanfaatkan kunjungannya untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program. Pemerintah perlu mendapatkan masukan dari pemerintah daerah, agen Perlinsos, hingga masyarakat agar layanan yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.
Portal Perlinsos menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan masyarakat memverifikasi identitas, mengajukan bantuan, memeriksa perkembangan dan hasil pengajuan, hingga mengajukan sanggahan atas hasil penilaian. Masyarakat juga dapat menggunakan mekanisme yang tersedia untuk memperbarui informasi kesejahteraan, termasuk data desil, jika dinilai belum sesuai dengan keadaan terkini.
“Jangan sampai data yang tidak sesuai justru membuat masyarakat yang berhak tidak mendapatkan bantuan. Kondisi masyarakat bisa berubah, sehingga harus tersedia ruang bagi mereka untuk menyampaikan keberatan dan memperbaiki data melalui mekanisme yang ada,” ujar Meutya.
Untuk menjangkau warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, pemerintah turut menyediakan pendampingan melalui Agen Perlinsos. Keberadaan agen tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengakses layanan, sehingga keterbatasan keterampilan digital tidak menghambat proses pengajuan maupun pemantauan bantuan sosial.
Menurut Meutya, penerapan teknologi tetap perlu disertai keterlibatan masyarakat. Warga yang sudah memahami prosedur layanan diharapkan dapat membantu mengarahkan tetangga atau orang-orang di lingkungan sekitarnya yang belum mendaftar atau membutuhkan bantuan untuk mengakses Portal Perlinsos.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022