
Ilustrasi serangan siber (Istimewa).
JawaPos.com - Penggunaan aplikasi seluler semakin melekat dalam aktivitas masyarakat Indonesia seiring pertumbuhan ekonomi digital. Berbagai kebutuhan, mulai dari transaksi perbankan, belanja daring, transportasi, layanan kesehatan hingga akses pemerintahan, kini banyak dilakukan melalui perangkat seluler.
Besarnya penggunaan teknologi tersebut tercermin dalam laporan Digital 2025 Indonesia yang dirilis DataReportal. Pada awal 2025, Indonesia tercatat memiliki 356 juta koneksi seluler aktif dan 212 juta pengguna internet. Tingginya angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya perangkat dan layanan berbasis seluler dalam menunjang aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
Namun, peningkatan ketergantungan terhadap aplikasi seluler juga diikuti dengan bertambahnya ancaman keamanan siber. Ketika aplikasi digunakan untuk mengelola transaksi, menyimpan data pribadi, hingga mengakses berbagai layanan penting, perangkat pengguna menjadi salah satu sasaran yang semakin menarik bagi pelaku kejahatan siber.
Penelitian terbaru Kaspersky menunjukkan serangan yang menyasar pengguna smartphone Android di seluruh dunia meningkat 29 persen pada semester pertama 2025 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ancaman tersebut juga berkembang seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem digital. Sepanjang 2025, Kaspersky mencatat serangan Trojan-Banker terhadap smartphone Android meningkat 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah paket instalasi Trojan-Banker baru bahkan mengalami lonjakan hingga 271 persen.
Kondisi itu menjadi perhatian bagi perusahaan yang mengembangkan aplikasi dengan akses terhadap informasi finansial, data pribadi, maupun informasi sensitif lainnya. Keamanan dinilai perlu dibangun sejak proses pengembangan aplikasi, bukan baru ditambahkan setelah produk selesai dibuat.
"Aplikasi seluler telah menjadi titik interaksi digital utama antara bisnis dan konsumen di seluruh Asia Pasifik, khususnya di pasar dengan tingkat konektivitas tinggi seperti Indonesia. Karena pengguna memercayakan informasi pribadi dan keuangan yang semakin sensitif kepada aplikasi, pengembang harus menjadikan keamanan sebagai elemen mendasar dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar pertimbangan tambahan," ujar Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/10).
Lima Risiko yang Perlu Diantisipasi Pengembang Aplikasi
Kaspersky mengungkap sejumlah ancaman yang berpotensi membahayakan keamanan aplikasi seluler. Pengembang perlu mengantisipasi risiko tersebut agar data dan akun pengguna tidak mudah dieksploitasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022