Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 21.06 WIB

Toyota Tak Gegabah Ganti Pekerja dengan Robot, Ini Strategi TMMIN di Era Elektrifikasi

Lengan robot bekerja di lini perakitan kendaraan Toyota Motor Manufacturing Czech Republic di Kolin, Republik Ceko / Foto: (Ars Technica) - Image

Lengan robot bekerja di lini perakitan kendaraan Toyota Motor Manufacturing Czech Republic di Kolin, Republik Ceko / Foto: (Ars Technica)

JawaPos.com - Di tengah industri otomotif yang semakin gencar mengadopsi robot dan otomatisasi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memilih menerapkan teknologi tersebut secara bertahap.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya. Menurut Nyoman keberadaan manusia tetap memiliki peran penting dalam proses produksi mobil, terutama untuk memastikan kompetensi tenaga kerja terus berkembang mengikuti perubahan teknologi.

Melansir dari Antara, Rabu (30/9) pihak TMMIN dalam menghadapi tren penggunaan robot dalam proses produksi yang dilakukan produsen lain secara pararel pabrikan Jepang tersebut terus melakukan inivasi.

Nyoman menyampaikan, pihaknya terus memastikan bahwa kemampuan dan kompetensi karyawan terus dikembangkan dengan memberikan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi.

"Dalam mengatasi kesenjangan ilmu pengetahuan di kalangan pekerja, Toyota memiliki filosofi “Make People before Make Product”. Dengan filosofi itu, perusahaan selalu mengedepankan People Development dalam kegiatan usaha," kata Nyoman.

Mennurut Nyoman dalam era elektrifikasi, sebelum memulai produksi kendaraan elektrifikasi pihaknya melakukan persiapan bukan hanya dari sisi teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kami mempersiapkan SDM melalui berbagai kompetensi yang berhubungan dengan elektrifikasi dalam hal safety, proses produksi, proses delivery hingga kontrol kualitas," kata Nyoman.

Di sisi lain Toyota kini juga menerapkan prinsip AMAP atau All Member All Process. Dengan prinsip ini, Nyoman mengaku perusahaan berupaya memberikan akses pekerjaan pada seluruh anggota tim, mulai dari kondisi dan latar belakang, usia, kondisi fisik tertentu sampai dengan kesetaraan gender.

"Perempuan yang bekerja di perusahaan memiliki memiliki kesempatan untuk bekerja di berbagai proses sesuai dengan kompetensinya. 

Kami juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan masing-masing individu, antara lain melalui penggunaan alat bantu seperti karakuri atau alat bantu produksi yang dapat meringankan pekerjaan," ucapnya.

Hingga saat ini jumlah pekerja wanita di fasilitas produksi TMMIN telah mencapai lebih dari 200 orang.

Toyota sebagai bagian dari industri otomotif nasional siap mengikuti arah kebijakan pemerintah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan,  salah satunya melalui wacana produksi mobil nasional (mobnas).

Namun berbicara mobnas pastinya butuh persiapan yang matang dan regulasi pemerintah yang jelas, agar tidak bersinggungan dengan regulasi reguler yang sudah ada.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore