Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 05.10 WIB

NASA dan IBM Luncurkan AI Khusus Bulan, Bisa Deteksi Kawah Baru

Ilustrasi AI. (Pinterest) - Image

Ilustrasi AI. (Pinterest)

JawaPos.com - NASA bekerja sama dengan IBM meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) khusus untuk membantu ilmuwan mempelajari permukaan Bulan. Teknologi bernama NASA-IBM Lunar Foundation Model tersebut bersifat sumber terbuka dan tersedia untuk diunduh melalui Hugging Face.

Model ini dikembangkan sebagai foundation model yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan analisis. Salah satu kemampuan yang telah diuji adalah mengidentifikasi wilayah di permukaan Bulan yang berpotensi mengandung es.

NASA dan IBM menguji performanya dengan membandingkan hasil prediksi model terhadap peta yang dibuat melalui alur kerja ilmiah menggunakan data medan, termal, dan lingkungan. Model tersebut kemudian dibandingkan dengan SwinV2-B, sistem visi komputer Microsoft yang digunakan sebagai baseline dalam berbagai tugas analisis citra.

Hasilnya, NASA-IBM Lunar Foundation Model mampu mengurangi tingkat kesalahan sebesar 23 persen. Dalam pengujian untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kawah, model tersebut juga unggul 19 persen dibandingkan SwinV2-B meski hanya menggunakan setengah jumlah data pelatihan.

Kemampuan model kembali teruji ketika roket SpaceX Falcon 9 menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus. Saat citra lokasi tumbukan dimasukkan ke dalam sistem, AI tersebut berhasil mengenali lokasi itu sebagai kawah baru meski berada sangat dekat dengan kawah yang sudah ada.

"Hasilnya luar biasa," ujar Bernabé-Moreno, seraya menambahkan bahwa model tersebut berhasil melakukan identifikasi dengan akurat pada percobaan pertamanya.

Pengembangan AI untuk Bulan memiliki tantangan tersendiri karena kondisi pencahayaan di permukaannya berbeda dengan Bumi. Bayangan di Bulan terlihat sangat gelap dan memiliki tepian tajam sehingga sebagian piksel tidak memberikan informasi visual.

"Dalam pengamatan Bumi, kita memiliki citra yang jernih," jelasnya.

"Di Bulan, posisi matahari berubah-ubah sepanjang hari, menciptakan pencahayaan dan bayangan yang tajam, sehingga kita harus bisa menangani bayangan-bayangan tersebut," ujarnya.

Tim IBM juga menemukan bahwa metode pelatihan visi komputer yang umum digunakan kurang efektif untuk data Bulan. Salah satunya adalah metode yang menghapus sebagian gambar lalu meminta AI merekonstruksi bagian yang hilang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore