Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 21.59 WIB

Kebakaran Lahan dan Hutan Masih Terjadi, NASA Soroti Asap dan Polusi Udara Melalui Citra Satelit

Ilustrasi foto satelit Aqua milik NASA yang menangkap citra udara wilayah kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan/NASA Earth - Image

Ilustrasi foto satelit Aqua milik NASA yang menangkap citra udara wilayah kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan/NASA Earth

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sedang menjadi perhatian di media sosial, khususnya platform X. Akun resmi NASA @NASAEARTH, membagikan foto citra satelit yang memperlihatkan kondisi wilayah Indonesia, termasuk pulau Kalimantan yang diselimuti asap.

Postingan tersebut telah ditonton sebanyak 1,3 juta kali dan mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. 

Berdasarkan citra udara yang dibagikan, memperlihatkan kondisi wilayah Indonesia pada tanggal  1 September 2026, berdasarkan hasil pengamatan satelit Aqua milik NASA. pada gambar tersebut terlihat sejumlah titik merah yang menunjukkan lokasi anomali panas yang terindikasi sebagai titik kebakaran. 

Sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua milik nasa mendeteksi sejumlah titik yang menunjukkan adanya aktivitas kebakaran di beberapa wilayah di pulau Kalimantan. 

Berdasarkan postingan X @NASAEARTH menuliskan keterangan  “Fires are smoldering in Indonesia, which is in a severe and widespread drought. Some of these are tropical peatland fires, which burn slowly, release higher amounts of air pollution, and are notoriously difficult to extinguish”.

Artinya, “Kebakaran masih terjadi di Indonesia yang sedang mengalami kekeringan parah dan meluas. Beberapa di antaranya adalah kebakaran lahan gambut tropis yang terbakar perlahan, melepaskan jumlah polusi udara yang lebih tinggi, dan terkenal sangat sulit dipadamkan”. 

Selanjutnya, menurut penjelasan NASA yang ditulis dari situs resminya,  science.nasa.gov dikutip pada (04/08). Menurut NASA, kebakaran lahan gambut yang terjadi di Indonesia belakangan ini termasuk yang paling ekstrem dalam beberapa dekade terakhir. 

Kebakaran lahan gambut di Indonesia terjadi pada kawasan lahan basah yang mengalami kekeringan. 

Kondisi tanah gambut yang mengering  ini membuat kebakaran menjadi lebih sulit dikendalikan karena api dapat terus hidup dan membara meskipun berada dalam suhu rendah. Bahkan, kobaran api dapat merambat ke bawah permukaan tanah melalui lapisan gambut yang luas.

Kebakaran tanah gambut juga menghasilkan berbagai jenis polutan dalam jumlah yang lebih banyak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore