Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 21.17 WIB

Era Agentic AI Dimulai, AMD Sebut CPU Kembali Jadi Penentu Performa, Bukan Sekadar GPU

3D Rendering dari konsep hardware Artificial Intelligence hardware concept. - Image

3D Rendering dari konsep hardware Artificial Intelligence hardware concept.

JawaPos.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama beberapa tahun terakhir identik dengan persaingan GPU berperforma tinggi. Namun, AMD menilai era berikutnya akan menghadirkan tantangan yang berbeda.

Menurut AMD, sistem AI generasi baru yang dikenal sebagai agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar akselerator AI. Infrastruktur pendukung berbasis CPU disebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan kemampuan sistem AI di lingkungan produksi.

Agentic AI merupakan konsep AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan pengguna. Teknologi ini juga mampu menjalankan tugas secara mandiri, mengakses berbagai layanan, hingga berinteraksi dengan aplikasi lain untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks.

AMD menjelaskan bahwa sistem agentic AI modern tidak hanya bergantung pada model AI. Di belakang layar, terdapat berbagai layanan pendukung seperti database, cache, middleware, API, hingga sistem orkestrasi yang bekerja secara terus-menerus.

"Layanan-layanan ini sebagian besar dibatasi oleh CPU, dan skalanya meningkat seiring jumlah agen yang berjalan secara bersamaan, bukan berdasarkan ukuran model tunggal," tulis AMD dalam dokumen teknis terbarunya.

AMD menilai banyak pihak masih melihat perkembangan AI sebagai cerita tentang GPU. Padahal ketika implementasi AI masuk ke tahap produksi, kebutuhan infrastruktur CPU justru ikut meningkat secara signifikan.

Setiap AI agent membutuhkan akses ke berbagai layanan untuk mengambil data, menyimpan informasi, hingga mengoordinasikan tugas. Semakin banyak agent yang berjalan secara bersamaan, semakin besar pula kapasitas CPU yang dibutuhkan untuk mendukung operasionalnya.

AMD menyebut platform prosesor kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan berapa banyak AI agent yang dapat dijalankan perusahaan. Selain itu, kapasitas CPU juga berpengaruh terhadap biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Dalam dokumen tersebut, AMD juga mengajak industri melihat performa AI dari perspektif yang berbeda. Perusahaan menilai pengukuran berdasarkan satu chip atau satu soket prosesor tidak lagi cukup untuk menggambarkan kapasitas sistem secara keseluruhan.

Menurut AMD, pelanggan data center tidak membeli benchmark. Mereka membeli rak server yang harus bekerja dalam batas daya listrik, pendinginan, ruang fisik, dan biaya operasional tertentu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore