Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Januari 2026 | 18.05 WIB

AI Fisik Jadi Kenyataan di CES 2026, AMD Siapkan Otak untuk Robot Humanoid Masa Depan

Ilustrasi Humanoid. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Humanoid. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bagi gamer dan pengguna PC builder, CES biasanya penuh cerita laptop baru. Tahun 2026 ini, AMD membawa kejutan berbeda. Mereka serius menggarap AI fisik.

AI fisik adalah konsep kecerdasan buatan di perangkat yang bisa bergerak. Bukan hanya software chatbot. Tetapi sistem otonom. Seperti robot. Drone. Kendaraan tanpa sopir.

AMD memperkenalkan prosesor Ryzen AI Embedded X100 Series. Chip ini dirancang jadi pusat pemrosesan AI. Menggabungkan core CPU Zen 5. Juga GPU RDNA 3.5.

Zen 5 memberi performa x86 yang dapat diskalakan. x86 adalah arsitektur prosesor PC paling umum. RDNA 3.5 menghadirkan grafis real time. Real time berarti gambar diproses instan.

Namun bagian paling penting tetap NPU. AMD menanamkan NPU berbasis arsitektur XDNA 2. NPU ini mengurus inferensi AI. Dengan latensi rendah. Hemat daya.

Latensi rendah adalah kunci AI fisik. Perangkat otonom butuh keputusan sangat cepat. Misalnya saat robot mengenali objek. Atau kamera mendeteksi gerakan. Semua harus terjadi dalam sepersekian detik.

Selama ini tugas berat seperti itu mengandalkan GPU server mahal. AMD ingin mengemasnya dalam satu chip kecil. Edge computing kembali jadi fokus.

Prosesor X100 Series bisa membawa performa hingga 60 NPU TOPS. TOPS mengukur kemampuan pemrosesan AI. Ini angka yang sama dengan seri Ryzen AI 400 untuk laptop. Tapi kini diterapkan ke sistem embedded.

Dengan memori terpadu, GPU dan NPU berbagi kapasitas RAM. RAM besar jadi keunggulan penting. Robot bisa menjalankan LLM ringkas. Vision transformer. Juga CNN.

CNN adalah Convolutional Neural Network. Biasa dipakai untuk pengolahan citra. Vision transformer lebih modern lagi. Dipakai untuk mengenali pola visual kompleks. AMD menyebut semua model itu kompatibel di platform baru mereka.

AMD juga menargetkan perangkat seperti robot humanoid. Robot jenis ini butuh banyak sensor. Banyak jalur I/O. Input output dari kamera. Mikrofon. Radar. Semua diolah oleh CPU, GPU, dan NPU sekaligus.

Dalam rilis resmi AMD di CES 2026 yang diterima JawaPos.com, perusahaan itu menjelaskan kebutuhan pasar. Ada kutipan penting yang bisa jadi fondasi cerita.

“AMD memungkinkan para pengembang menghadirkan kecerdasan ke sistem otonom. Prosesor Ryzen AI Embedded menyatukan kemampuan CPU, GPU, dan NPU agar AI di edge enterprises lebih mudah diakses,” tulisnya.

Pernyataan itu terasa kuat untuk menggambarkan masa depan. AI tak lagi diam di layar. AI bisa menggerakkan dunia nyata. Itu pesan besar AMD di CES kali ini.

Selain hardware, AMD juga menyiapkan tumpukan software terbuka. Software open-source memudahkan pengembang. Platform seperti Ubuntu, Yocto, Android, hingga FreeRTOS bisa berjalan paralel. Paralel berarti beberapa sistem operasi aktif bersamaan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore