
CEO AMD Lisa Su saat mengumumkan AMD Ryzen AI 400 Series di CES 2026. (AMD)
JawaPos.com – Selama bertahun-tahun industri semikonduktor terbiasa mengukur performa prosesor melalui benchmark. Perbandingan biasanya dilakukan berdasarkan jumlah core, kecepatan clock, atau skor pengujian tertentu.
Namun AMD menilai pendekatan tersebut mulai kehilangan relevansinya di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perusahaan mengusulkan cara pandang baru yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata pelanggan data center.
Dalam dokumen teknis terbarunya, AMD memperkenalkan konsep rack-level performance atau performa tingkat rak. Konsep ini mengukur berapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu rak data center dengan batas daya dan pendinginan yang sama.
Menurut AMD, pelanggan sebenarnya tidak membeli benchmark. Mereka membeli infrastruktur yang harus bekerja dalam keterbatasan ruang fisik, listrik, pendinginan, serta biaya operasional.
"Pelanggan data center tidak membeli angka benchmark semata. Mereka membeli infrastruktur yang harus beroperasi dalam keterbatasan daya listrik, sistem pendingin, ruang data center, kompatibilitas software, serta kebutuhan operasional sehari-hari," tulis AMD.
AMD menilai perbandingan berdasarkan satu prosesor atau satu soket tidak cukup menggambarkan kapasitas sistem secara keseluruhan. Dalam lingkungan produksi AI, yang lebih penting adalah jumlah layanan yang dapat dijalankan dalam satu rak data center.
Perusahaan menjelaskan bahwa data center modern dibangun berdasarkan rak server. Setiap rak memiliki batas daya listrik dan kapasitas pendinginan yang tidak bisa dilampaui begitu saja.
Karena itu, pertanyaan yang dianggap lebih relevan bukan lagi seberapa cepat sebuah chip bekerja. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa besar kapasitas komputasi yang dapat ditempatkan dalam satu rak dengan konsumsi daya tertentu.
AMD menggunakan simulasi rak berdaya 100 kilowatt sebagai dasar analisisnya. Seluruh konfigurasi dinormalisasi pada platform dua prosesor atau 2P agar mencerminkan kapasitas yang benar-benar dapat diterapkan pelanggan.
Menurut AMD, pendekatan ini lebih sesuai dengan kebutuhan era AI. Sebab perusahaan kini tidak hanya menjalankan model AI, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti basis data, middleware, cache, hingga API yang harus berjalan secara bersamaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022