Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 03.45 WIB

Motor Listrik Jadi Prioritas, CERAH Sesalkan Insentif EV Ditunda

Daftar mobil listrik murah terbaik 2026 di Indonesia dengan harga mulai Rp100 jutaan. - Image

Daftar mobil listrik murah terbaik 2026 di Indonesia dengan harga mulai Rp100 jutaan.

JawaPos.com - Penundaan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang semula dijadwalkan mulai Juni 2026 menuai sorotan. Wicaksono Gitawan, Manager Program & Policy CERAH, menilai pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan guna mempercepat penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Menurut Wicaksono, program tersebut seharusnya sudah mulai dijalankan pada awal Juni tanpa penundaan. Ia juga menyarankan agar pemerintah memprioritaskan pemberian insentif untuk sepeda motor listrik.

Ini karena dinilai lebih terjangkau dan berpotensi lebih cepat diterima masyarakat dibanding mobil listrik yang harganya masih relatif tinggi.

“Harusnya insentif ini dimulai awal Juni tanpa perlu menunda. Pemerintah bisa memulainya dengan fokus memberikan insentif ke EV motor dahulu agar dapat lebih mudah diadopsi oleh kalangan menengah, karena untuk mobil harganya masih relatif cukup tinggi untuk masyarakat,” ujar Wicaksono dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Ia menambahkan, percepatan elektrifikasi transportasi perlu dibarengi dengan peningkatan penggunaan energi terbarukan agar dampak lingkungan yang dihasilkan lebih maksimal. Namun, perkembangan energi terbarukan di Indonesia masih tergolong lambat.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada kuartal I 2026 mencapai 18,3 persen, meningkat dari 15,75 persen pada akhir 2025.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai bauran energi terbarukan 100 persen pada 2035.

Sementara itu, Agung Budiono, Direktur Eksekutif CERAH, menilai kenaikan sekitar 2,5 persen tersebut perlu dicermati lebih lanjut. Ia menyoroti bahwa peningkatan bauran energi terbarukan masih memasukkan energi baru seperti biomassa dan biodiesel.

Menurutnya, penggunaan kedua sumber energi itu berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, termasuk risiko deforestasi.

Selain itu, praktik pencampuran biomassa dengan batu bara di PLTU maupun biodiesel dengan solar di sektor transportasi dinilai masih mempertahankan ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore