
Ilustrasi keamanan siber. (Freepik)
JawaPos.com - Penipuan digital semakin berkembang menjadi ancaman keamanan siber global yang sulit ditangani dengan pendekatan konvensional. Karena beroperasi lintas negara dan lintas platform, sindikat scam kini memanfaatkan berbagai layanan digital sekaligus untuk menjaring korban dan menyembunyikan jejak kejahatannya.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan teknologi dan aparat penegak hukum internasional menjalankan operasi gabungan untuk membongkar jaringan penipuan digital yang berpusat di Asia Tenggara.
Hasilnya, lebih dari 1,4 juta akun, halaman, dan grup yang terkait aktivitas penipuan berhasil ditutup dalam salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan.
Meta berdasarkan laporan terbarunya mengklaim telah menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun, halaman, dan grup di Facebook serta Instagram yang terhubung dengan jaringan scam. Microsoft juga menangguhkan sekitar 20.000 akun yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan berbagai modus penipuan secara daring.
Tak hanya menyasar akun digital, operasi tersebut juga menargetkan infrastruktur yang digunakan para pelaku. Ribuan perangkat Starlink yang diduga digunakan secara ilegal diputus konektivitasnya, sementara aset kripto senilai lebih dari USD 3 juta berhasil dibekukan.
Langkah tersebut menunjukkan perubahan pendekatan dalam dunia keamanan siber.
Jika sebelumnya penanganan penipuan lebih berfokus pada penghapusan konten atau penutupan akun, kini perhatian bergeser ke pembongkaran ekosistem digital yang memungkinkan jaringan kriminal tetap beroperasi.
Operasi ini mempertemukan Meta, Microsoft, Coinbase, Starlink, U.S. Department of Justice (DOJ), FBI, Dinas Rahasia Amerika Serikat, Royal Thai Police, serta sejumlah lembaga penegak hukum internasional.
Mereka berbagi intelijen untuk mengidentifikasi pola serangan, lokasi operasi, hingga jaringan pelaku yang tersebar di berbagai negara.
Menurut para penyelidik, sindikat penipuan modern tidak lagi menggunakan satu platform saja. Pelaku biasanya berpindah-pindah layanan digital, memanfaatkan media sosial untuk mencari korban, aplikasi pesan instan untuk membangun komunikasi, dan platform keuangan digital untuk memindahkan dana hasil kejahatan.
"Melindungi orang-orang di seluruh dunia dari online scams merupakan salah satu prioritas utama kami. Operasi gabungan yang diumumkan hari ini, yang mencakup penutupan lebih dari satu juta akun, pembekuan aset, dan lebih dari 60 penangkapan tersangka, menunjukkan betapa kuatnya kerja sama dalam memerangi para scammer," kata Chris Sonderby, VP and Deputy General Counsel Meta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022