Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 21.38 WIB

Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Meutya: Indonesia Harus Berdaulat di Ruang Antariksa

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam acara Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Jakarta, Senin (11/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam acara Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Jakarta, Senin (11/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai peluncuran dan operasional Satelit Nusantara Lima menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia di sektor antariksa.

Satelit berkapasitas 160 Gbps yang dikembangkan anak bangsa tersebut disebut sebagai satelit dengan kapasitas terbesar di Asia dan diyakini mampu menjadi pengubah permainan dalam penguatan konektivitas nasional.

“Kita bangga dan mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara serta PT Satelit Nusantara Lima. Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia. Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” tegas Meutya Hafid dalam acara Peresmian Operasi Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Ia mengungkapkan, saat ini lebih dari 230 juta masyarakat Indonesia atau sekitar 80 persen populasi telah terhubung dengan internet. Meski demikian, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan akses digital dapat dinikmati secara merata hingga wilayah terpencil dan terluar.

“Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” tegasnya.

Menurut Meutya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memandang konektivitas digital tidak hanya sebatas menghadirkan jaringan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadirkan ruang digital yang aman.

“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya,” tegas Meutya.

Ia menambahkan, keberadaan Satelit Nusantara Lima akan menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional sekaligus memperkuat keamanan ekosistem digital Indonesia.

“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan,” pungkas Meutya Hafid.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore