
Ilustrasi Ethical hackers, biasa dilibatkan dalam membentengi keamanan siber suatu sistem. (Cyber Octet)
JawaPos.com - Gelombang serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi ancaman nyata bagi perusahaan di Indonesia. Di tengah meningkatnya skala dan kecepatan serangan digital, banyak organisasi justru masih tertinggal dalam hal kesiapan sistem keamanan, membuka celah besar bagi kejahatan siber yang semakin canggih.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap keamanan siber global secara signifikan, termasuk di Indonesia.
Jika sebelumnya serangan siber dilakukan secara konvensional, kini pelaku kejahatan memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan, skala, dan efektivitas serangan.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
