Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 13.39 WIB

Raksasa Mobil Listrik Tiongkok Mulai Goyah, Laba BYD hingga Geely Anjlok Setelah Insentif Dipangkas

Petugas memeriksa mobil listrik BYD impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas memeriksa mobil listrik BYD impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Industri mobil listrik China mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan serius. Tiga raksasa otomotif, BYD, Geely, dan Chery kompak melaporkan penurunan laba tajam pada kuartal pertama 2026.

Ironisnya, kondisi ini terjadi tak lama setelah pemerintah mulai mengurangi insentif kendaraan listrik yang selama ini menjadi “bahan bakar” pertumbuhan pasar EV di Negeri Tirai Bambu.

Seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), kondisi ini mencerminkan tekanan di pasar domestik setelah berkurangnya insentif pembelian kendaraan.

Geely yang berbasis di Hangzhou, produsen mobil terbesar kedua di Tiongkok setelah BYD, mengungkapkan bahwa laba bersih periode Januari–Maret turun 27 persen secara tahunan menjadi 4,17 miliar CNY (sekitar USD 610 juta).

Penurunan ini terjadi meski pendapatan kuartal pertama justru naik 15 persen menjadi 83,8 miliar CNY, rekor tertinggi untuk periode tersebut berkat pertumbuhan ekspor dan peningkatan penjualan model kelas atas.

“Volume penjualan di pasar domestik belum pulih setelah penghapusan insentif pajak pembelian,” kata Gui Shengyue, CEO dan direktur eksekutif Geely.

Sebelumnya, pembeli kendaraan listrik (EV) di Tiongkok menikmati pembebasan pajak penjualan sebesar 10 persen. Kini mereka dikenakan pajak 5 persen, yang akan kembali ke tarif penuh 10 persen pada 2028.

Geely juga menyebut kerugian nilai tukar sebagai salah satu faktor utama penurunan laba, sementara total penjualan hanya naik tipis 1 persen menjadi 700.940 unit.

Sehari sebelumnya, BYD dan Chery juga melaporkan pelemahan kinerja. Laba BYD anjlok 55 persen menjadi 4,09 miliar CNY, disertai penurunan pendapatan sebesar 11,8 persen, sehingga posisinya sebagai perusahaan paling menguntungkan pun tergeser.

Sementara itu, Chery mencatat penurunan laba bersih 10 persen menjadi 4,17 miliar yuan, dengan pendapatan turun 3,4 persen, tanpa penjelasan rinci.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore