Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2026 | 20.51 WIB

Scam Ready ASEAN Hadir, Bentengi Asia Tenggara dari Gelombang Penipuan Online

ASEAN Foundation resmi meluncurkan inisiatif regional bertajuk Scam Ready ASEAN di Kuala Lumpur pada 28 April 2026. (Istimewa) - Image

ASEAN Foundation resmi meluncurkan inisiatif regional bertajuk Scam Ready ASEAN di Kuala Lumpur pada 28 April 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - ASEAN Foundation resmi meluncurkan inisiatif regional bertajuk Scam Ready ASEAN di Kuala Lumpur pada 28 April 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan penipuan online di kawasan Asia Tenggara, dan diumumkan dalam forum Google 2026 Online Safety Dialogue yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, serta pakar keamanan digital.

Dengan dukungan pendanaan sebesar USD 5 juta dari Google.org, program ini menargetkan peningkatan ketahanan digital bagi 3 juta masyarakat ASEAN.

Inisiatif ini menjadi salah satu langkah terbesar di kawasan dalam menghadapi maraknya penipuan digital, dengan fokus pada peningkatan literasi, kepercayaan diri digital, serta kemampuan berpikir kritis agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan di dunia maya.

Penipuan online kini menjadi salah satu ancaman digital yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara, melintasi batas negara dan sektor.

Di balik pesatnya transformasi digital yang membuka peluang ekonomi, terdapat peningkatan risiko terhadap kejahatan siber. Pada 2024 saja, kerugian akibat penipuan online di kawasan ini diperkirakan mencapai USD 23,6 miliar.

Di Indonesia, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 411.000 laporan kasus penipuan online dengan total kerugian sekitar USD 550 juta atau setara Rp9 triliun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan melalui Indonesia Anti-Scam Centre.

Modus yang sering terjadi mencakup phishing, rekayasa sosial, penyamaran identitas, penipuan investasi, hingga penyalahgunaan pembayaran QR. Tren ini semakin kompleks seiring pemanfaatan kecerdasan buatan, sistem pembayaran digital, dan strategi lintas platform.

Pemerintah Indonesia telah merespons dengan memperkuat regulasi keamanan siber, menggelar edukasi publik, serta meningkatkan kolaborasi dengan sektor keuangan dan telekomunikasi.

Namun, perkembangan teknologi seperti AI generatif, media sosial, dan layanan digital lainnya membuat penipuan semakin sulit dideteksi dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak muda hingga lansia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore