
Waspada berbagai modus penipuan online. (Deccan Chronicle)
JawaPos.com - Gelombang kejahatan digital kian meresahkan masyarakat Indonesia. Modus penipuan berbasis OTP, phishing, hingga undian palsu terus bermunculan dengan pola yang makin canggih dan sulit dikenali.
Ironisnya, pelaku kerap memanfaatkan momen-momen tertentu ketika aktivitas digital masyarakat meningkat, seperti menjelang hari raya dan musim belanja online.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi industri telekomunikasi untuk tidak hanya menyediakan akses internet cepat, tetapi juga memastikan keamanan penggunanya.
Menyambut Ramadhan 2026, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui merek Tri mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat sistem perlindungan digital bagi para pelanggan, khususnya generasi muda.
VP Head of Product, Pricing & Revenue Strategy IOH, Nicholas Yulius Munandar, menilai tantangan utama di era digital saat ini adalah derasnya arus informasi yang tidak selalu mudah dibedakan antara yang valid, hoaks, maupun penipuan.
"Tri mengajak anak muda Indonesia untuk selalu melakukan pilihan dengan bijak. Kami ingin Tri menjadi 'Pilihan Bijak' yang tidak hanya sekadar memberikan layanan, tapi juga perlindungan," ujar Nicholas dalam konferensi pers persiapan Ramadhan Tri di Jakarta, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, seiring perkembangan teknologi dan evolusi jaringan menuju 5G, Tri terus menyempurnakan ekosistem keamanannya. Fitur antispam dan antiscam yang kini diterapkan tidak lagi bersifat dasar, melainkan telah mengadopsi teknologi yang lebih adaptif terhadap pola penipuan terbaru.
"Teknologi terbaru kami sekarang tidak hanya mampu memblokir suara atau SMS manual yang bersifat penipuan, tetapi juga mampu mendeteksi dan memblokir panggilan WhatsApp (WhatsApp Call) yang diduga sebagai scam," tuturnya.
Fitur perlindungan ini telah dihadirkan IOH sejak enam bulan lalu. Berdasarkan klaim perusahaan, sistem tersebut telah berhasil menyaring sekitar dua miliar panggilan, pesan, dan tautan berbahaya sebelum sampai ke pelanggan.
Data internal IOH mencatat, penipuan OTP, phishing, dan undian palsu masih menjadi modus yang paling sering terdeteksi. Saluran yang digunakan pun didominasi SMS dan panggilan suara.
Intensitas kejahatan digital ini cenderung meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, masa pencairan bantuan sosial, hingga lonjakan transaksi e-commerce.
Memasuki Ramadhan 2026, Tri juga menghadirkan sejumlah paket internet dengan harga terjangkau yang menyasar segmen anak muda. Salah satunya adalah Paket Kuota 65 GB dengan masa aktif 28 hari seharga Rp 100.000.
Paket ini sudah termasuk langganan Vidio Platinum serta dukungan proteksi Tri AI antispam dan antiscam.
Nicholas menambahkan, seluruh paket Ramadhan Tri telah dilengkapi fitur Anti-Spam & Scam Plus secara otomatis tanpa perlu pengaturan tambahan dari pengguna.
"Kami ingin memastikan di saat intensitas penggunaan gawai meningkat untuk mengisi waktu luang atau berkomunikasi dengan keluarga, pelanggan Tri tetap mendapatkan pengalaman digital yang lancar, hemat, dan yang terpenting, aman," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022