Ilustrasi Jaringan 5G. (CNET)
JawaPos.com - Penetrasi 5G di Indonesia masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia yang telah mencapai sekitar 50 persen. Di Indonesia, penetrasi 5G masih berada di kisaran sekitar 10 persen.
Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Ian Yosef Matheus Edward menilai, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Antara lain keterbatasan spektrum 5G yang tersedia, harga perangkat yang belum sepenuhnya terjangkau, serta model bisnis dan use case yang masih berkembang.
Untuk menghadirkan layanan 5G yang optimal, menurutnya, idealnya satu operator memiliki alokasi sekitar 100 MHz spektrum. Namun, dengan 50 MHz yang kontinu di pita TDD, layanan 5G sudah dapat berjalan dengan performa yang cukup baik.
Saat ini sebagian operator masih mengoptimalkan spektrum existing yang juga digunakan untuk 4G, sehingga implementasi 5G berjalan berdampingan dengan jaringan generasi sebelumnya.
Kedepan, Ian berpandangan bahwa kebijakan pengelolaan spektrum perlu dirancang tidak hanya untuk memaksimalkan penerimaan negara, tetapi juga untuk mendorong investasi jaringan yang berkelanjutan dan pemerataan akses.
"Jika spektrum dikelola dengan struktur biaya yang rasional dan diberikan kepada operator yang memiliki komitmen membangun secara luas, manfaat akhirnya akan dirasakan masyarakat melalui layanan yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi digital yang lebih kuat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2).
Layanan dengan Nilai Tertinggi
Sementara itu, Lembaga independen OpenSignal dalam laporan Mobile Network Experience edisi Desember 2025, menunjukkan perbedaan performa layanan 5G antaroperator di Indonesia. Dalam sejumlah indikator seperti pengalaman video 5G, kecepatan unduh dan unggah 5G, serta konsistensi kualitas jaringan, Telkomsel tercatat memperoleh nilai tertinggi dibandingkan operator lainnya.
Selain itu, pada kategori Coverage Experience dan Availability Experience 5G, laporan tersebut juga menunjukkan Telkomsel berada pada posisi teratas. Temuan ini memperlihatkan bahwa kualitas 5G tidak hanya ditentukan oleh ekspansi jaringan, tetapi juga oleh faktor teknis yang lebih mendasar.
Menurut Ian, performa 5G sangat dipengaruhi oleh kepemilikan spektrum frekuensi yang memadai dan berkelanjutan. "Dalam teknologi seluler, lebar dan kontinuitas spektrum menjadi kunci utama. Operator dengan spektrum yang lebih lebar dan tersusun kontinu akan lebih optimal dalam menghadirkan kecepatan dan stabilitas 5G," jelasnya.
Ia menambahkan, selain spektrum, dukungan infrastruktur backbone yang kuat dan terintegrasi juga berkontribusi terhadap konsistensi pengalaman pengguna. Kombinasi faktor-faktor inilah yang umumnya tercermin dalam hasil pengukuran lembaga independen seperti OpenSignal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022